Jakarta -
Perusahaan komputasi kepintaran buatan (AI) global, Blaize, resmi menjalin aliansi teknologi dengan penyedia jasa TI asal Indonesia, PT Datacomm Diangraha (Datacomm). Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di arena pameran teknologi Gitex Asia 2026 di Singapura.
Kesepakatan ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi dan menggarap potensi solusi AI inference nan lebih aplikatif di beragam sektor industri di seluruh Indonesia.
Langkah ekspansi ini tidak lepas dari posisi Indonesia sebagai salah satu pasar AI dengan pertumbuhan paling pesat di area Asia Pasifik. Sektor AI di Tanah Air tercatat tumbuh dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) menyentuh nomor 31 persen, menjadikannya nan tertinggi di Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, laporan Empowering Indonesia 2025 memproyeksikan bahwa kehadiran sovereign AI berpotensi menyumbang pundi-pundi hingga USD 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada tahun 2030 mendatang.
Melihat kesempatan emas tersebut, Blaize dan Datacomm sepakat untuk memfokuskan ruang lingkup kerja sama mereka pada beberapa area kunci berikut:
- AI Inference as a Service di DCloud: Mengintegrasikan platform Hybrid AI dari Blaize dengan ekosistem DCloud dan prasarana pusat info (data center) milik Datacomm. Tujuannya adalah untuk menghadirkan jasa AI terukur bagi pengguna kelas enterprise.
- Physical AI dan Keamanan Publik: Mengembangkan beragam skenario penggunaan (use case) AI inference untuk analitik video, sistem pengawasan pandai (smart surveillance), peningkatan keamanan fisik, hingga optimasi logistik.
- AI Industri: Memanfaatkan teknologi AI inference untuk mendorong otomatisasi industri di Indonesia, termasuk melalui penerapan computer vision dan teknologi berbasis sensor.
Co-Founder sekaligus CEO Blaize, Dinakar Munagala, menyebut bahwa area Asia Pasifik saat ini berada pada titik krusial dalam perkembangan teknologi AI inference, dan Indonesia menonjol sebagai salah satu kontributor utamanya.
"Datacomm mempunyai fondasi prasarana nan kuat serta relasi enterprise nan solid. Bersama-sama, kami mengeksplorasi gimana platform AI Blaize nan dapat diprogram dan irit daya dapat menghadirkan nilai nyata di bumi nyata," ujar Dinakar, dalam keterangan nan diterima detikINET, Minggu (26/4/2026).
Di sisi lain, Presiden Direktur dan Founder Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan kesiapan prasarana perusahaannya dalam menyambut era transformasi AI di Tanah Air. Dengan pengalaman lebih dari tiga dasawarsa melayani lembaga pemerintah dan operator prasarana kritikal, Datacomm menyadari bahwa kebutuhan bakal solusi AI nan kondusif dan terukur terus meningkat.
"Kombinasi antara prasarana cloud dan info center Datacomm dengan platform AI inference kelas bumi dari Blaize menempatkan kami pada posisi nan unik untuk menjawab kebutuhan tersebut," ucap Wie Tjin.
Meski MoU ini tetap berkarakter kerangka awal dan non-binding (tidak mengikat secara hukum), kesepakatan ini membuka jalan lebar bagi kedua belah pihak untuk merumuskan proyek AI nan lebih konkret di masa mendatang.
Kolaborasi lintas negara ini dipastikan bakal memprioritaskan pengembangan solusi AI nan aman, irit energi, serta dapat terintegrasi secara mulus dengan prasarana digital nan sudah ada di Indonesia.
(asj/fay)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·