Orang Ini Beli Friendster Rp 517 Juta, Mau Buat Apa?

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

Friendster merupakan media sosial besar pada era 2002. Kalau main ke warnet, platform ini menjadi salah satu medsos paling banyak diakses dengan tab YouTube di sebelahnya. Milenial ngaku, pasti Anda pernah punya alias at least lihat medsos nan satu ini, kan?

Namun, seiring berjalannya waktu, Friendster mulai kalah saing. FB menggesernya jadi media sosial nan disukai anak muda. Domain Friendster tidak dapat diakses 8 tahun kemudian dan resmi menghentikan jasa pada 2015.

Anehnya, pada Oktober 2023, situs tersebut dapat diakses kembali. Akan tetapi, situs ini dilaporkan hanya menampilkan sejumlah besar iklan pop-up nan bermaksud untuk menghasilkan pendapatan iklan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mike Carson, seorang computer programmer dan pengusaha, tertarik dengan domain Friendster dan menyelidiki siapa pemiliknya. Ia menemukan bahwa pemiliknya adalah seseorang nan pernah berganti email dengannya sebelumnya.

Ketika dia menghubungi pemiliknya dan menyatakan minat untuk membeli domain tersebut, pemiliknya mengungkapkan bahwa dia telah membelinya seharga USD 8.000.

Tertarik dengan domain 'Friendster.com' nan unik, Carson bermusyawarah dengan pemiliknya dan akhirnya sukses memperoleh 'Friendster.com' dengan hadiah Bitcoin senilai USD 20.000 dan domain dengan pendapatan iklan tahunan sekitar USD 9.000. Jadi, dia membelinya sekitar USD 30.000 alias setara Rp 517 jutaan.

Selanjutnya, pemilik sebelumnya memberi tahu Carson bahwa kewenangan merek jual beli Friendster bakal segera berakhir. Maka dari itu, setelah berkonsultasi dengan pengacara dan melalui proses nan panjang, Carson memperoleh kewenangan merek jual beli Friendster pada tanggal 13 Mei 2025.

Tujuan Mike Carson beli Friendster

Dikutip detikINET dari Gigazine, Selasa (28/4/2026), Carson rupanya memutuskan untuk menghidupkan kembali Friendster sebagai jasa jejaring sosial. Carson mengaku mau menciptakan sesuatu nan positif, sesuatu nan bakal dinikmati dan berfaedah bagi orang-orang.

"Saya merasa jejaring sosial telah mempromosikan aspek negatif di era modern, tetapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman nan sangat positif dan menyenangkan (walaupun sangat membikin frustrasi ketika situsnya tidak mau memuat)," ujarnya.

Carson kemudian mengusung pendapat 'mengetuk ponsel pandai Anda' sebagai satu-satunya langkah untuk berkawan di Friendster. Maksudnya, untuk berkawan dengan seseorang, Anda kudu sangat dekat dengan mereka di bumi nyata dan saling mengetuk ponsel pandai masing-masing secara bersamaan.

Dia beranggapan ini bakal sangat menarik lantaran bakal meningkatkan kesempatan orang untuk betul-betul berjumpa secara langsung, dengan orang sungguhan, nan betul-betul mau kenalan.

Carson segera mengangkat buahpikiran ini dan menciptakan aplikasi Friendster iOS. Sempat ditolak App Store lantaran melanggar persyaratan 'Fungsionalitas Minimum 4.2', Carson tak mau gagal.

Ia kemudian memodifikasi sistem sehingga siapa pun dapat mendaftar untuk Friendster, sembari tetap mempertahankan patokan bahwa penambahan kawan memerlukan pertemuan tatap muka dan saling mengetuk. Hasilnya, mereka sukses merilis aplikasi Friendster nan telah diperbarui di App Store. Ya sekarang, Friendster sudah bisa dinikmati dengan diunduh dari toko aplikasi Apple tersebut.

Carson mengatakan bahwa dia tidak konsentrasi pada monetisasi Friendster, tapi berambisi bahwa pada akhirnya aplikasi ini dapat menutupi biaya operasional. Di masa mendatang, ada kemungkinan untuk meluncurkan paket berbayar nan menawarkan fitur premium. Carson menyebut dua poin berikut sebagai perihal nan membedakan Friendster dari jasa jejaring sosial lainnya:

1. Teman dari teman

Pengguna dapat memandang kawan dari kawan mereka nan sudah ada dan mengirimkan permintaan pesan kepada mereka. Tujuan Friendster adalah untuk 'menciptakan kesempatan bagi orang-orang untuk berjumpa secara langsung,' dan menambahkan seseorang sebagai kawan memerlukan pertemuan di kehidupan nyata.

2. Melemahnya koneksi

Menurut Carson, jika dua pengguna nan berkawan di Friendster tidak saling menyentuh ponsel mereka dalam jarak dekat apalagi sekali dalam setahun, hubungan mereka di aplikasi bakal melemah. 'Ini bukan hukuman. Ini adalah sinyal lembut bahwa persahabatan sejati kudu dipupuk secara langsung, bukan online,' kata Carson.


(ask/ask)


Sumber detik-inet