Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan hukuman denda terhadap pelaku manipulasi pasar alias goreng saham sebesar Rp 15,9 miliar. Denda tersebut dijatuhkan terhadap sejumlah pihak perorangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, merinci total denda ini dijatuhkan terhadap enam pihak perorangan. Kemudian terdapat peringatan tertulis untuk satu pihak perorangan.
"Dalam rangka penegakan ketentuan di bagian pasar modal mengenai penaganan kasus manipulasi pasar, OJK telah mengenakan hukuman administratif berupa denda sebesar total Rp 15,9 miliar kepada enam pihak perorangan dan juga satu hukuman administratif berupa peringatan tertulis kepada satu pihak perorangan," ungkap Hasan dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan melanjutkan, pihaknya juga telah menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 62,78 miliar kepada 68 pihak berasas pemeriksaan kasus di pasar modal. Selain itu, OJK juga menetapkan satu hukuman manajemen berupa pencabutan izin mengenai pelanggaran di pasar modal.
"OJK telah mengenakan hukuman administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal nan terdiri dari hukuman administratif berupa denda sebesar total Rp 62.780.000.000 dan juga kepada 68 pihak, ada satu hukuman administratif berupa pencabutan izin," jelasnya.
Kemudian OJK juga telah menjatuhkan hukuman pembekuan izin dan tujuh hukuman administratif peringatan tertulis. Hasan menambahkan, OJK juga telah menerbitkan delapan perintah tertulis bagi pihak nan melanggar ketentuan pasar modal.
Berdasarkan info OJK, diketahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tren tindakan jual bersih penanammodal asing alias net foreign sell sebesar Rp 23,34 triliun dalam sebulan perdagangan terakhir. Tren jual bersih asing ini terjadi seiring dengan melemahnya IHSG nan terkoreksi lebih dari 14% sepanjang perdagangan sebulan terakhir.
"IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7.048,22 alias terkoreksi sebesar 14,42% month-to-month. Namun, di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan juga likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik. Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai 23,34 triliun rupiah month-to-month," ungkap Hasan.
(acd/acd)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·