Nhm Peduli Hadirkan Program Gizi Untuk Balita Stunting Di Halmahera Utara

Sedang Trending 18 jam yang lalu

Jakarta -

Sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan penurunan nomor stunting nasional, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menghadirkan program penanganan gizi melalui NHM Peduli nan difokuskan pada balita di wilayah lingkar tambang Gosowong, di Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut).

Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini bermaksud mendorong penurunan jumlah kasus stunting di wilayah operasional perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan perkembangan balita secara bertahap.

Adapun pelaksanaannya dibangun di atas kerjasama erat berbareng pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halut, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, sehingga setiap langkah selaras dengan kebijakan kesehatan pemerintah dan memberikan akibat nan terarah dan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Pendamping NHM Peduli, dr. Samsul menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan akibat jangka panjang melalui pemantauan nan konsisten dan menyeluruh.

"Pendekatan nan kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak dipantau perkembangannya secara berkala, sehingga langkah nan diambil dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Diketahui, tahap awal program diawali dengan koordinasi berbareng Dinkes Kabupaten Halut untuk memperoleh info balita penderita stunting dari enam puskesmas di wilayah lingkar tambang. Selanjutnya, dilakukan verifikasi lapangan oleh Koordinator Lapangan dan Tim Medis NHM Peduli guna memastikan kondisi aktual balita nan menjadi sasaran program.

Sejak 23 April 2026, beragam aktivitas telah mulai berjalan, di antaranya pemberian susu formula serta makanan bergizi sesuai standar nan telah ditetapkan. Pelaksanaan aktivitas ini juga melibatkan kader PKK di tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam mendukung perbaikan gizi balita.

Setelah tahap pemberian asupan selama 60 hari, bakal dilakukan pertimbangan menyeluruh terhadap status gizi dan kesehatan balita sasaran dengan melibatkan master spesialis. Evaluasi ini bermaksud mengidentifikasi kondisi kesehatan serta faktor-faktor nan memengaruhi tumbuh kembang anak secara lebih mendalam, sekaligus menjadi landasan penyusunan langkah tindak lanjut nan lebih tepat sasaran.

(akn/ega)

Sumber finance