Netanyahu Buka Suara Soal Gencatan Senjata Dadakan As-iran

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka bunyi menanggapi gencatan senjata mendadak nan disepakati Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan pada Rabu (8/4).

Kantor Perdana Menteri Netanyahu menyatakan support Israel terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai gencatan senjata dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran segera membuka Selat Hormuz dan menghentikan seluruh serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara di kawasan," demikian isi pernyataan instansi Netanyahu, menurut media Israel.

Pernyataan Netanyahu itu juga menegaskan support Israel terhadap upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun teror bagi Amerika Serikat, Israel, negara-negara Arab di kawasan, serta dunia.

"Amerika Serikat telah menyampaikan kepada Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, nan juga menjadi kepentingan berbareng AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam perundingan mendatang," lanjut pernyataan tersebut seperti dikutip Al Jazeera.

Namun, Israel menegaskan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran tidak mencakup Lebanon, di mana Tel Aviv getol melancarkan serangan udara ke target-target milisi Hizbullah sekutu Teheran.

Sebelumnya, Israel dikabarkan terkejut mendengar keputusan Trump menyepakati gencatan senjata dengan Iran. Tak hanya menyepakati gencatan, Trump juga dengan ini menyetujui 10 poin tuntutan Iran.

Presiden Trump turut mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai lantaran perang sudah "melampaui tujuan militer AS."

"Ini bakal menjadi GENCATAN SENJATA dua arah," tulis Trump di media sosialnya.

"Alasan kami melakukan ini adalah lantaran kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar nan dapat digunakan untuk bernegosiasi," ujarnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, seorang pejabat Israel nan tidak disebutkan namanya mengatakan dari perspektif pandang mereka bahwa perkembangan situasi ini merupakan "kejutan total".

Sebab, beberapa jam sebelum mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, Trump juga tetap melayangkan ultimatum dan ancaman terhadap Iran.

AS juga mulai melancarkan serangan terbaru ke Pulau KhargIran nan menjadi sasaran serangan Negeri Paman Sam. Israel pun tetap membombardir sejumlah titik di Iran.

Pejabat Israel itu juga mengeklaim AS memberikan pemberitahuan mendadak mengenai kesepakatan gencatan senjata ini.

Dengan perkembangan situasi terbaru, Israel diperkirakan bakal bekerja keras mengubah pikiran AS untuk menyerang Iran lagi dan membatalkan gencatan senjata.

Al Jazeera juga melaporkan bakal ada banyak upaya di kembali layar dari Israel untuk mendorong perubahan sikap AS agar menggagalkan kesepakatan gencatan senjata ini.

Untuk saat ini, Israel kemungkinan tetap menimbang-nimbang posisi mereka dalam situasi ini, termasuk apakah mereka dapat menolak gencatan senjata jika AS-Iran betul-betul sepakat.

Gencatan senjata dicapai setelah Presiden Donald Trump sepakat menunda serangan terbaru AS ke Iran selama dua pekan dengan hadiah Teheran nan bakal mulai membuka Selat Hormuz.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional