Nasa Kembangkan Prosesor Ai 500x Lebih Cepat Untuk Pesawat Antariksa

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

NASA atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, sedang mengembangkan prosesor komputer canggih nan siap untuk AI. Tujuannya, supaya pesawat antariksa masa depan mempunyai keahlian untuk berpikir secara mandiri.

Prosesor ini dilaporkan bisa beraksi dengan keahlian sekitar 500 kali lipat lebih tinggi dibandingkan prosesor tahan radiasi nan saat ini digunakan di pesawat antariksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun pengembangan prosesor ini merupakan bagian dari proyek High Performance Spaceflight Computing untuk meningkatkan keahlian komputasi pesawat antariksa nan digunakan dalam misi eksplorasi.

Dengan kemajuan teknologi ini, NASA berambisi dapat mengubah langkah pesawat antariksa beraksi di ruang angkasa, khususnya dalam misi nan jauh dari Bumi.

Hasil Awal Pengujian Menjanjikan

Saat ini, pesawat antariksa berjuntai pada prosesor lama lantaran keandalannya dalam menghadapi kondisi ekstrem di luar angkasa. Namun, prosesor-prosesor ini tidak mempunyai performa nan diperlukan untuk misi generasi berikutnya.

NASA mengungkapkan saat ini memerlukan prosesor lebih canggih untuk mengembangkan pesawat antariksa nan otonom, termasuk mendukung misi astronot ke Bulan dan Mars di masa depan.

"Membangun di atas warisan prosesor luar angkasa sebelumnya, sistem multicore baru ini tahan kesalahan, fleksibel, dan mempunyai performa nan sangat tinggi," ujar Eugene Schwanbeck, manajer program di NASA Game Changing Development program, dilansir SciTechDaily.

Sejumlah pengetesan juga sedang dilakukan terhadap prosesor ini. Para insinyur ini Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California Selatan, melakukan pengetesan sembari mensimulasikan kondisi jelek di luar angkasa.

"Kami menguji chip baru ini dengan melakukan uji radiasi, thermal, dan guncangan, sembari juga mengevaluasi performanya melalui kampanye uji fungsional nan ketat," kata Jim Butler, manajer proyek High Performance Space Computing di JPL.

Prosesor ini kudu bisa memperkuat dari radiasi intens, guncangan hebat, dan perubahan suhu dramatis nan dapat merusak elektronik sensitif.

NASA juga menguji gimana chip ini menangani kondisi susah nan mengenai dengan pendaratan di planet lain. Pengujian di JPL dimulai pada bulan Februari dan bakal bersambung selama beberapa bulan ke depan.

Hasil awal menunjukkan, prosesor ini berfaedah sesuai angan dan bisa beraksi dengan keahlian sekitar 500 kali lipat dibandingkan prosesor tahan radiasi nan saat ini digunakan di pesawat antariksa.

[Gambas:Video CNN]

Prosesor ini bakal digunakan untuk beragam misi

NASA percaya teknologi ini dapat memungkinkan pesawat antariksa otonom untuk bereaksi secara real-time terhadap situasi tak terduga.

Prosesor ini dikenal sebagai system-on-a-chip (SoC), nan berfaedah menggabungkan komponen krusial komputer menjadi satu perangkat kompak nan cukup mini untuk muat di telapak tangan.

SoC ini mengandung unit pemrosesan pusat, pemrosesan komputasi, sistem jaringan canggih, memori, dan antarmuka input/output.

SoC umumnya digunakan dalam smartphone dan tablet lantaran efisiensinya. Namun jenis nan sedang diuji oleh JPL ini, dirancang untuk memperkuat selama bertahun-tahun di luar angkasa, beraksi jutaan apalagi miliaran mil dari teknisi perbaikan terdekat.

Setelah teknologi ini disertifikasi untuk penerbangan luar angkasa, NASA berencana untuk mengintegrasikan prosesor ini ke dalam beragam jenis misi, termasuk pengorbit Bumi, rover planet, kediaman berawak, dan pesawat antariksa untuk eksplorasi ruang angkasa dalam.

(rti)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-tekno