Jakarta, CNN Indonesia --
Iran dikabarkan setuju untuk mengurangi kadar uranium mereka nan sudah diperkaya (enriched uranium).
Sejumlah pejabat senior AS mengatakan perihal tersebut kepada AFP pada Rabu (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu pejabat, persetujuan itu mencerminkan kemenangan besar bagi Washington. Persoalan uranium Iran nan telah diperkaya memang menjadi salah satu rumor alot dalam perundingan AS-Iran.
"Fakta bahwa mereka mengalah adalah kemenangan nan sangat-sangat besar bagi Amerika Serikat," kata pejabat tersebut dalam percakapan telepon dengan wartawan.
AS-Iran akhirnya mencapai kesepakatan pada Minggu (14/6) usai berbulan-bulan pembicaraan berjalan mandek. Kedua negara awalnya dijadwalkan meneken nota kesepahaman pada Jumat (19/6) di Swiss, namun akhirnya dimajukan menjadi Rabu (17/6).
Penekenan MoU dilakukan secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Trump menekennya di sela-sela pertemuan puncak G7 di Prancis.
Iran dan AS sudah mengungkap isi kesepakatan pasca penandatanganan ini. Dalam MoU, disebutkan bahwa Selat Hormuz bakal dibuka secara cuma-cuma selama 60 hari.
AS juga disebut sepakat untuk mencairkan biaya Iran nan selama ini dibekukan. Selain itu, AS dan sekutu juga berkomitmen memberikan kompensasi kepada Iran atas kerusakan nan ditimbulkan selama perang.
Dalam kesepakatan itu, program nuklir Iran juga disebutkan. Iran disebut setuju untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
Kedua negara juga disebut telah bermufakat mengenai nasib material uranium Iran nan telah diperkaya, nan "akan ditangani" dalam perjanjian akhir.
Meski telah meneken MoU, AS dan Iran tetap tetap bakal melakukan pembicaraan teknis mengenai kesepakatan dan bakal merumuskan perjanjian akhir dalam waktu 60 hari sejak MoU diteken.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·