Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran sampai Teheran beri sinyal bersedia memindahkan uraniumnya ke negara lain menjadi perhatian buletin internasional pada Senin (11/5).
Berikut kilas buletin internasional kemarin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran Setuju Uranium Dipindah ke Negara Ketiga, Ada Syaratnya
Iran disebut sepakat memindahkan sejumlah uranium nan diperkaya ke negara ketiga sebagai tanggapan usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang nan berjalan sejak Februari.
Sumber nan mengetahui info itu mengatakan ke Wall Street Journal nan dikutip Straits Times bahwa Iran bakal mengurangi sebagian uranium nan diperkaya dan mengirim ke negara ketiga.
Namun, Iran juga mengusulkan syarat ketat. Sumber itu menjelaskan Teheran menyerukan agunan uranium nan ditransfer bakal dikembalikan jika pembicaraan gagal. Mereka juga menolak pembongkaran akomodasi nuklir.
Mojtaba Diklaim Masih Menghilang, Bagaimana Iran Bertahan dari AS?
Direktur jenderal protokol instansi Pemimpin Tertinggi, Mazaher Hosseini, menyatakan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat sepenuhnya.
Hosseini membeberkan bahwa Mojtaba Khamenei perlahan pulih dari luka-luka nan dialami akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Meski demikian, keberadaan Mojtaba tetap misterius dan belum muncul ke publik. Media-media barat apalagi menyebut posisinya tetap menghilang.
Putin 'Kode Keras' Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir
Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan bahwa perang negaranya di Ukraina mungkin bakal "berakhir".
Putin juga menyatakan kesediaannya untuk berjumpa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di negara ketiga, jika kesepakatan tenteram tercapai.
Pernyataan itu disampaikan Putin pada Sabtu (9/5) pada seremoni parade Hari Kemenangan Rusia alias Victory Day.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·