Modal Rp 1 Juta, Konter Pulsa Affan Berkembang Jadi Juragan Agen Brilink

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Memulai upaya dari sebuah konter pulsa sederhana, Amilludin Affan sekarang sukses mengelola Agen BRILink hingga mempekerjakan 8 orang pegawai. Ia apalagi tak segan turun langsung mendampingi para pegawainya nan sibuk melayani pengguna di garda terdepan.

Pagi itu, Affan Cell nan berlokasi di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat ini tampak ramai dikunjungi pelanggan. Kurang dari satu jam, saat detikcom berkunjung, setidaknya ada 10 pengguna nan tengah antre menunggu.

Mulai dari anak muda, orang tua, hingga ibu-ibu terus datang silih berganti. Kebutuhan mereka pun beragam, dari membeli pulsa, servis ponsel, hingga melakukan transaksi perbankan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran, jika Affan Cell menjadi salah satu gerai pulsa dan Agen BRILink nan paling ramai dikunjungi di area Bedahan, Sawangan. Saking padatnya pengunjung, Affan apalagi menyediakan bangku tunggu di depan toko bagian kiri dan kanan.

Sempat Jadi Kuli Panggul

Di sela-sela melayani pengguna itu, Affan bercerita bahwa perjuangannya membangun upaya seperti sekarang memerlukan proses nan panjang. Ia apalagi sudah kenyang merasakan masam garam bumi usaha.

Pasalnya, sebelum mendirikan upaya ini dia sempat bekerja serabutan demi menyambung hidup. Mulai dari menjadi penjual kopi keliling hingga kuli panggul peralatan berat pernah dia lakoni.

Pekerjaan terakhirnya sebelum berdikari adalah menjadi operator di sebuah konter pulsa di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok.

"Waktu udah lulus sekolah, saya udah lamar kerja di mana-mana nggak ada nan keterima. (Akhirnya) Saya sama temen jualan kopi keliling, itu pertama. Kedua, saya juga pernah kerja di Agus Bako Sebagai kulit panggul juga pernah," kenang Affan kepada detikcom belum lama ini.

Setelah fase itu, dia mencoba peruntungan sebagai operator pemasok pulsa di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Kota Depok. Pengalaman kerja di tempat inilah nan kemudian menginspirasinya untuk mendirikan Affan Cell.

Selama menjadi operator, dia mempelajari seluruh seluk-beluk upaya penjualan pulsa. Ilmu dan pengalaman berbobot itu kemudian menjadi modal utama kepercayaan dirinya untuk merintis upaya konter sendiri pada tahun 2011 silam.

"Kerja di situ setahun sebagai operator pemasok pulsa. Voucher semua ada di toko itu, jadi dari sana saya tahu ilmunya dan mengerti 'dapurnya'. Akhirnya saya coba buka upaya dengan modal sendiri," ungkapnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Modal Awal Rp 1 Juta

Affan mengenang awal mula merintis upaya ini tidak langsung besar seperti sekarang. Bahkan di masa-masa awal, dia kudu pontang-panting bekerja sendiri tanpa support pegawai.

Pada fase awal merintis, dia hanya bermodalkan duit Rp 1 juta. Fasilitasnya pun sangat sederhana, ialah sebuah etalase kaca sepanjang 1 meter dan memanfaatkan teras rumah orang tuanya untuk berjualan.

"Etalase hanya 1 meter, mini banget. Modalnya hanya sekitar Rp 1 juta di tahun 2011 itu," jelasnya.

Dari titik itulah, dia mulai mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi mengembangkan bisnis. Keuntungan tipis sebesar Rp 1.000 dari setiap transaksi pulsa dia tabung dengan tekun.

Tiga tahun berselang, upaya nan dirintisnya menunjukkan pertumbuhan positif. Sekitar tahun 2014, dia memberanikan diri untuk pindah ke ruko nan lebih besar di Jalan Sulaiman, Bedahan.

Pada momen perpindahan itulah, dia mulai bisa mempekerjakan dua orang pegawai untuk membantu operasional gerai. Pekerja tersebut biasanya diambil dari penduduk sekitar alias kerabat dekat nan sedang memerlukan lapangan pekerjaan.

"(Tahun) 2014 itu karyawannya dulu hanya dua orang, dan saya (sendiri) tetap ikut menjaga toko dari pagi sampai malam," ungkapnya.

Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Kendati demikian, namanya upaya kadang naik kadang turun. Affan juga pernah merasakan fase pahit, salah satunya saat menjadi korban penipuan hingga merugi puluhan juta rupiah.

Kerugian materiil nan cukup besar tersebut sempat menggoyang fondasi finansial usahanya. Kerugian itu terjadi akibat keputusannya berinvestasi pada perangkat server pulsa nan rupanya tidak berumur panjang.

"Kita beli alatnya total Rp 25 juta waktu itu 2015 baru saya buka di sini. Saya beli mesinnya total Rp 25 juta itu memperkuat cuman 3 bulan, akhirnya waktu itu mesinnya belum (upgrade) tetap ketinggalan zaman," jelasnya.

Alih-alih terpuruk meratapi kegagalan investasi mesin server pulsa tersebut, pengalaman pahit itu justru dijadikan sebagai titik kembali untuk berbenah. Strategi upaya nan lebih matang pun mulai diterapkan guna mengembalikan stabilitas usahanya.

Perlahan tapi pasti, upaya nan dirintisnya pun terus berkembang pesat. Bahkan saat ini, dia sudah mempekerjakan hingga 8 orang pegawai.

Delapan pekerja tersebut dibagi menjadi dua giliran kerja (shift), ialah pagi dan sore nan masing-masing diisi oleh 4 orang. Setiap shift diisi oleh staf nan bekerja sebagai teknisi servis ponsel hingga pelayan transaksi Agen BRILink.

"Sekarang total tenaga kerja sudah ada 8 orang," ungkapnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Agen BRILink Jadi Penopang Bisnis

Lebih lanjut, Affan bercerita keputusan berasosiasi menjadi Agen BRILink membawa berkah besar bagi usahanya. Saat ini, jasa Agen BRILink bisa menyumbang sekitar 50% dari total pendapatan Affan Cell. Sisanya baru ditopang oleh penjualan pulsa dan jasa servis ponsel.

"Namanya upaya kan tidak tentu, kadang naik dan turun. Tapi jika sekarang posisinya sudah stabil, sekitar 50 persen pendapatan toko disumbang dari AgenBRILink," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kestabilan omzet tersebut diraih setelah dirinya konsisten menjadi Agen BRILink selama 7 tahun hingga naik level jadi Juragan. Menurutnya, pendapatan dari jasa perbankan ini sangat efektif mendongkrak pemasukan tokonya.

Bahkan, volume transaksi bulanan Agen BRILink Affan Cell sekarang bisa mencapai 4.000 transaksi. Adapun total perputaran duit berkisar antara Rp 2 hingga Rp 3 miliar.

"Ya kurang lebih Rp 2-3 miliar duit nan berputar. Jadi duit masuk dan keluar bersilangan, ada nan transfer dan ada juga nan menarik tunai," ungkapnya.

Affam biasa mengambil untung dari biaya admin sebesar Rp 5.000 untuk setiap transaksi di bawah Rp 2 juta. Sementara untuk nominal di atas jumlah tersebut, biaya admin bakal naik menyesuaikan jumlah transaksi.

"Adminnya Rp 5 ribu per transaksi (untuk nominal) di bawah Rp 2 juta. (Kalau transaksinya) Rp 3 juta, Rp 8 juta, dan seterusnya, ada penyesuaian tarif admin lagi," ungkapnya.

Selain itu, BRI juga memberikan bagi hasil alias komisi sekitar Rp 1.500 untuk setiap transaksi nan sukses diproses.

Solusi Hemat Waktu Andalan Warga

Tingginya aktivitas transaksi di tokonya dipengaruhi oleh banyak aspek eksternal, seperti kemacetan di sekitar Jalan Raya Muchtar dan keberadaan ahli parkir nan biasanya ada di supermarket alias gerai ATM terdekat.

Ia mengatakan banyak pengguna nan lebih memilih bertransaksi di tokonya demi menghindari macet dan biaya parkir. Fenomena sosial inilah nan justru menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan Affan Cell.

"Jadi memang memudahkan orang buat transaksi, tarik tunai maupun transfer. Jadi orang kan berpikir, walaupun di sini ada biaya adminnya, nggak terlalu berpengaruh banget daripada ke bank nan membuang waktu, kena macet, belum lagi bayar parkirnya. Kalau dihitung-hitung jadinya sama saja," tuturnya.

Hal ini diakui oleh pekerja gedung nan sedang menggarap proyek di sekitar Bedahan Sawangan, Anton. Menurutnya, keberadaan Agen BRILink Affan Cell sangat membantu aktivitas keuangannya. Ia tidak perlu lagi membuang banyak waktu dan tenaga hanya untuk mengirim uang.

Apalagi, bayaran sebagai pekerja gedung biasanya dibayarkan secara tunai (cash). Kehadiran pemasok ini tentu memudahkannya untuk langsung menyetorkan dan mengirimkan duit tersebut kepada family di kampung halaman.

"(Agen BRILink) ya mempermudah saya. Bisa kirim duit ke kampung (halaman dengan cepat), (lokasinya) deket, dan nggak macet," kata Anton.

Selain itu, kelebihan lain nan dia rasakan saat menarik duit tunai adalah nominalnya nan fleksibel, tidak kudu kelipatan Rp 50 ribu alias Rp 100 ribu seperti di mesin ATM pada umumnya. Di Agen BRILink, jumlah penarikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

"Keunggulannya di sini jika narik duit nggak mesti Rp 50 ribu. (Ambil) Rp 20 ribu pun bisa dilayani," jelasnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI terus memperluas jangkauan jasa keuangan. Hal ini dilakukan melalui jaringan Agen BRILink nan tersebar di wilayah Indonesia.

Menurut Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, kehadiran Agen BRILink membikin jasa finansial bank semakin dekat dan memudahkan aktivitas masyarakat. Agen BRILInk menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.

"Agen BRILink menjadi salah satu jagoan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di beragam wilayah. Jaringan ini menghadirkan jasa nan mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Sebagai informasi, berasas info dari BRI, pada akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,18 juta pemasok nan tersebar di 66.450 desa alias lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai jasa finansial berbasis kemitraan tingkat desa.

(akd/ega)

Sumber finance