Jakarta -
Meta Platforms, induk perusahaan dari WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga Threads ini, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10% dari total karyawannya pada 20 Mei 2026.
Langkah tersebut diperkirakan bakal berakibat pada sekitar 7.800 pegawai dari total lebih dari 78.000 tenaga kerja nan dimiliki perusahaan secara global. Selain itu, Meta juga bakal menutup sekitar 6.000 posisi internal nan tetap terbuka.
Keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal dari Chief People Officer Meta, Janella Gale, kepada seluruh tenaga kerja seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam memo tersebut, Gale menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menjalankan operasional secara lebih efisien.
"Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkepanjangan untuk menjalankan perusahaan dengan lebih efisien dan memungkinkan kami mengimbangi investasi lain nan sedang kami lakukan," tulis Gale.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan perusahaan nan dipimpin oleh Mark Zuckeberg ini bukanlah perihal nan mudah bagi perusahaan.
"Ini bukan pertukaran nan mudah dan itu berfaedah kami kudu melepas orang-orang nan telah memberikan kontribusi berfaedah bagi Meta selama mereka bekerja," lanjutnya.
Meski memo tersebut tidak secara definitif menyebut kepintaran buatan (AI), Meta diketahui tengah menggelontorkan investasi besar-besaran untuk pengembangan AI, termasuk pembangunan pusat info skala besar serta paket kompensasi tinggi untuk merekrut peneliti AI papan atas. Perusahaan apalagi diproyeksikan mengalokasikan shopping modal 2026 hingga USD 115 miliar sampai USD 135 miliar untuk percepatan AI.
Karyawan nan terdampak PHK bakal menerima pemberitahuan melalui email kerja dan email pribadi pada 20 Mei mendatang.
Meta juga menjanjikan paket pesangon nan disebut cukup besar, ialah 16 minggu penghasilan pokok ditambah tambahan dua minggu untuk setiap tahun masa kerja. Untuk tenaga kerja di Amerika Serikat, perusahaan juga bakal menanggung asuransi kesehatan COBRA selama 18 bulan. Dukungan serupa juga bakal diberikan bagi pekerja internasional dengan penyesuaian berasas wilayah masing-masing.
PHK ini menyusul gelombang pemangkasan tenaga kerja nan lebih mini pada Maret lampau nan berakibat pada ratusan pegawai. Reuters juga melaporkan bahwa kemungkinan tetap bakal ada pemangkasan tambahan pada paruh kedua 2026, meski detailnya belum diputuskan.
(agt/agt)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·