Jakarta, CNN Indonesia --
Lionel Messi memandang sisi positif kegagalan eksekusi penalti musuh Austria di Piala Dunia 2026, nan justru membuka kesempatan mencetak brace.
Argentina menang 2-0 atas Austria pada lanjutan Grup J di Stadion Dallas, Selasa (23/6) awal hari WIB. Messi jadi pahlawan La Albiceleste dengan dua gol pada menit ke-38 dan ke-95.
Sebelum mencetak dua gol, Messi sempat nyaris merobek jala Alexader Schlager pada menit kesembilan. Sayang, sepakan bintang 38 tahun itu, melenceng ke samping gawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini saya mendapat penalti nan bisa saja mengubah [skor], tapi jika saya sukses melakukan [penalti] itu mungkin saja saya tidak mencetak dua gol lainnya," kata Messi dikutip dari TyC Sports.
"Anda tidak pernah tahu [apa nan bakal terjadi], tapi senang dengan hasil ini dan partisipasi serta kerja keras dari tim," ucap pemain nan merupakan kapten Argentina ini.
Messi juga membeberkan sempat marah dan jengkel dengan kegagalan penalti tersebut. Namun, rasa jengkel itu rupanya memotivasi Messi untuk tampil lebih baik lagi.
"Ada momen ketika saya betul-betul marah tentang penalti itu, tetapi kami bisa membalikkan keadaan, unggul, dan mengamankan tiga poin, nan merupakan perihal terpenting,"katanya.
Dengan brace ke gawang Austria, Messi sukses jadi pemain pertama dan satu-satunya pencetak 18 gol di Piala Dunia. Pemain Inter Miami itu melampaui catatan Miroslav Klose, 16 gol.
"Sebenarnya saya sangat senang dengan pencapaian tersebut [melampaui rekor Miroslav Klose]. Ini adalah prestasi krusial lantaran butuh kerja keras," ujar laki-laki 38 tahun ini.

"Ini membikin pikiran kami lebih tenang atas semua nan terjadi di Piala Dunia. Semua pertandingan di Piala Dunia seimbang dan intens, dan kami punya enam poin untuk lolos [ke babak 32 besar]."
Saat ini Argentina berada di puncak klasemen Grup J dengan enam poin. Hasil itu sekaligus membikin juara Piala Dunia 1978, 1986, dan 2022 tersebut mengamankan tiket babak 32 besar.
(ikw/sry)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·