Menyoal Overview Effect Untuk Mental Sehat Di Balik Misi 'gila' Artemis Ii

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Misi 'Artemis II' National Aeronautics and Space Administration (NASA) disebut-sebut sebagai langkah paling 'gila' nan dilakukan manusia di abad ini lantaran bisa membawa manusia modern mengelilingi Bulan dan memecahkan rekor jarak terjauh.

Di kembali konten-konten menakjubkan nan bisa dilihat di media sosial seperti TikTok dan Instagram, ada satu kejadian psikologis nan diam-diam menjadi sorotan untuk mental lebih sehat, ialah overview effect.

Fenomena ini bukan sekadar point of view (POV) manusia dari luar angkasa. Lebih dari itu, pengalaman psikologis ini dapat membikin manusia menjadi lebih 'hidup'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Psychology Today, overview effect secara umum memang lebih sering dikaitkan dengan para astronaut, lantaran mereka memandang suatu perihal nan tidak bisa dilihat oleh banyak manusia-manusia lain.

Namun, tidak perlu juga menjadi astronaut untuk mengalami pengaruh ini. Di Bumi, seseorang dapat mengalami pengaruh serupa dengan memandang lanskap alam dari perspektif pandang nan luas. Misalnya, dapat membenamkan diri dalam alam, seperti dengan mendaki gunung, berkemah, alias sekadar menghabiskan waktu di taman dan memandang langit malam nan luas.

1. Pengalaman Transendensi Diri

Self-transcendence merupakan proses psikologis dan spiritual untuk melampaui kepentingan diri sendiri, ego, alias batas pribadi guna terhubung dengan sesuatu nan lebih besar.

Sebuah studi tahun 2021 menyoroti gimana proses ini dapat membikin seseorang mengalami rasa keterhubungan dengan orang lain, alam, alam semesta, alias kekuatan nan lebih tinggi.

Hal ini melibatkan pergeseran konsentrasi dari egosentrisme ke perspektif nan lebih luas nan mencakup altruisme, spiritualitas, dan pencarian makna dan tujuan di luar diri sendiri.

Transendensi diri juga dapat memberikan akibat positif pada kesehatan mental seseorang. Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa tingkat transendensi diri nan lebih tinggi dan keterbukaan terhadap perubahan dikaitkan dengan tingkat depresi dan kesenyapan nan lebih rendah.

2. Rasa Kagum dan Kesehatan Mental

Usai para astronaut ialah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen selesai menyelesaikan penerbangan melintasi Bulan, manusia-manusia lain dibuat kagum oleh foto-foto langka nan dirilis NASA.

Mulai dari penampakan Bulan dari dekat, perspektif Bumi dari perspektif paling jauh, hingga momen eklips mentari total nan dipotret dari kembali Bulan. Semuanya dapat membikin kagum, dan berakibat pada mental nan sehat.

Sebuah studi tahun 2023 nan diterbitkan dalam The Journal of Positive Psychology menemukan bahwa mengalami kekaguman juga dapat memicu inspirasi, produktivitas , dan keahlian untuk memandang masalah seseorang dari perspektif nan lebih bermanfaat.

Mengalami rasa kagum juga dapat memengaruhi kesejahteraan fisik. Sebuah studi tahun 2023 nan dilakukan selama pandemi COVID-19 menemukan bahwa mengalami rasa kagum dapat mengurangi stres dan memperbaiki indikasi kesehatan bentuk seperti nyeri.

(dpy/naf)

Sumber detik-health