JAKARTA— Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi strategis dari Universitas Nasional PASIM Bandung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatra Barat, di Kantor KP2MI Jakarta pada Senin 22 Juni 2026.
Pertemuan ini membahas pengarahan penyelenggaraan International Job Fair 2026 sekaligus penguatan tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia berbasis vokasi dari hulu hingga hilir.
Hadir dalam pertemuan tersebut Walikota Pariaman Yota Balad, didampingi Kepala Dinas PMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit.
Sementara dari pihak Universitas Nasional PASIM datang Rektor Prof. Armai Arief, Ketua Pembina Yayasan Rinalwan Buchari, Direktur PasimGo Migrant Center Sjamsuridjal, Wakil Rektor 2 Riska Nurasyiah, serta jejeran pengurus yayasan dan bagian Business Development seperti dr. Akhmad Mediana, Rina Melinda, H. Hasim Nasution, dan Eiji Fukuda.
Kolaborasi dan Tindak Lanjut International Job Fair 2026 berbareng Universitas PASIM
Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, KP2MI siap memberikan support penuh terhadap penyelenggaraan International Job Fair 2026 melalui beragam langkah strategis.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan membuka akses masyarakat terhadap lebih dari 236 ribu kesempatan kerja internasional nan kondusif dan resmi, sekaligus menghubungkan Universitas PASIM dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) andal nan mempunyai SIP3MI aktif demi menjamin jalur penempatan nan legal.
Selain itu, KP2MI juga bakal aktif mengisi sesi seminar dan konsultasi untuk mengedukasi peserta mengenai prosedur kerja luar negeri nan kondusif serta sistem pelindungan komprehensif. Upaya ini diperkuat dengan pengembangan PASIM Go Migrant Center sebagai pusat vokasi dan training guna menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia terampil nan selaras dengan kebutuhan pasar global.
Membedah Potensi dan Tantangan Pekerja Migran Kota Pariaman Sumbar
Dalam audiensi tersebut, dipaparkan info strategis mengenai kondisi ketenagakerjaan Kota Pariaman. Berdasarkan info BPS tahun 2025, Kota Pariaman mempunyai jumlah masyarakat 104,97 ribu jiwa dengan angkatan kerja mencapai 54,55 ribu jiwa.
Data SISKOP2MI periode Januari 2023 hingga 21 Juni 2026 mencatat ada 86 jasa penempatan PMI asal Kota Pariaman, di mana per 21 Juni 2026 terdapat 43 Pekerja Migran dengan perjanjian aktif. Jabatan nan mendominasi meliputi House Maid, Caregiver, Care Worker, dan Cleaning Worker Offices and Facilities.
Namun, tantangan pelindungan tetap nyata. Pada periode nan sama, tercatat ada 13 jasa kepulangan bermasalah dan 2 jasa pengaduan dari Pekerja Migran asal Pariaman. Hal inilah nan mendasari urgensi kerjasama penguatan pelindungan ke depan.
6 Potensi Sinergi KP2MI dan Pemkot Pariaman
Untuk mengatasi tantangan sekaligus memaksimalkan potensi daerah, KP2MI dan Pemkot Pariaman menjajaki enam poin kerjasama strategis melalui beragam program terintegrasi. Sinergi ini diawali dengan menjadikan Kota Pariaman sebagai pilot project nasional untuk program SMK Go Global guna mengembangkan penempatan Pekerja Migran Indonesia berbasis pendidikan vokasi.
Langkah tersebut didukung dengan pengembangan SDM pada sektor prioritas melalui training dan sertifikasi bagi 300 calon Pekerja Migran di bagian welding, caregiver dan hospitality.
Melalui konsep link and match kerjasama ini juga bakal mempertemukan lulusan vokasi Pariaman secara langsung dengan job order resmi dan pengguna di luar negeri.
Di sisi lain, ekosistem migrasi kondusif bakal diperkuat melalui edukasi masif di sekolah dan desa guna mencegah praktik percaloan dan penempatan nonprosedural, nan sejalan dengan Gerakan Nasional Migran Aman.
Tata kelola ini juga bakal diintegrasikan secara digital melalui pendampingan sistem SISKOP2MI agar proses monitoring dan pelindungan melangkah lebih sigap serta transparan.
Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditargetkan bisa mendorong Kota Pariaman sebagai sentra penyiapan Pekerja Migran berbasis vokasi di Sumatra Barat, sekaligus mengubah wajah penempatan tenaga kerja dari low-skilled menuju medium dan high-skilled.
Arahan Menteri Mukhtarudin: Membangun Ekosistem Terintegrasi
Menteri Mukhtarudin, menegaskan bahwa membangun ekosistem penempatan dan pelindungan nan terintegrasi merupakan tugas utama pemerintah nan memerlukan sinergi kuat lintas sektoral.
Mengingat kompleksitas rumor ketenagakerjaan di luar negeri, tata kelola pekerja migran tidak dapat dibebankan pada satu lembaga saja.
“Kementerian P2MI tidak bisa berdiri sendiri lantaran persoalan Pekerja Migran ini sangat kompleks. Kita kudu memperhatikan dan mempersiapkan mereka secara holistik, mulai dari peningkatan kapasitas, proses penempatan nan aman, hingga program pemberdayaan saat mereka purna-tugas nanti,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Fokus pada Kompetensi dan Program ‘SMK Go Global'
Sebagai langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) nan unggul dan berkekuatan saing global, Kementerian P2MI memberikan perhatian unik pada kesiapan hulu.
Salah satu program strategis nan menjadi motor penggerak saat ini adalah program SMK Go Global.
Pada tahun 2026, program ini ditargetkan bisa menyerap dan menyalurkan sebanyak 40 ribu lulusan SMK ke pasar kerja internasional.
“Strategi ini kami berambisi dapat memangkas nomor pengangguran sekaligus meningkatkan kelas pekerja migran Indonesia ke sektor-sektor umum nan memerlukan skill tinggi,” beber Mukhtarudin.
Wajib Pelatihan Sebelum Penempatan
Menteri Mukhtarudin juga menggarisbawahi pentingnya sertifikasi dan kompetensi nyata bagi setiap Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Pemerintah berkomitmen untuk menutup celah pengiriman tenaga kerja non-prosedural nan minim keterampilan.
“Prinsipnya, Kementerian P2MI bakal memastikan setiap CPMI dilatih terlebih dulu agar betul-betul kompeten sebelum diberangkatkan. Sebelum penempatan, mereka wajib menjalani pelatihan. Ini adalah nilai meninggal untuk memastikan pelindungan maksimal dan kesejahteraan mereka di negara penempatan,” tegas Mukhtarudin.
Melalui standardisasi training ini, Kementerian P2MI optimistis “Pejuang Keluarga” tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga bisa menunjukkan performa kerja nan ahli dan diakui secara internasional.
Lebih lanjut, Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa tata kelola ini telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 dan PP Nomor 59 Tahun 2021 nan menegaskan bahwa pelindungan Pekerja Migran adalah tanggung jawab berbareng antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri.
Secara khusus, Menteri Mukhtarudin memuji karakter masyarakat Sumatra Barat nan dinilai mempunyai modal sosial nan kuat untuk bersaing di kancah global.
“Sumatra Barat ini punya potensi luar biasa untuk talenta go global. Orang Padang itu perantau, mentalnya sudah teruji. Tinggal gimana kita perkuat edukasinya agar Pekerja Migran kita naik kelas. Untuk Universitas PASIM, kerjasama bakal terus kita tingkatkan. Sementara untuk Pemkot Pariaman, kita perkuat kerja sama dari hulu sampai hilir. Terima kasih kepada PASIM dan Pemkot Pariaman atas komitmen kuat ini,” pungkas Menteri Mukhtarudin.
Universitas PASIM: Pasim GO Migrant Center Jadi Gerbang Utama
Pihak Universitas PASIM menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama nan telah terjalin, baik dengan Pemerintah Kota Pariaman maupun dengan KP2MI. Upaya berbareng ini diharapkan bisa melahirkan ekosistem penempatan tenaga kerja nan jauh lebih kokoh di masa depan.
“Kami telah menjalin kerja sama erat dengan Pemkot Pariaman dan berambisi kerjasama antara Universitas PASIM dengan KP2MI ke depan bakal semakin solid. Melalui Pasim GO Migrant Center, kami mau menjadikannya sebagai gerbang utama bagi generasi muda untuk meraih kesempatan pekerjaan dunia secara kondusif dan prosedural,” beber pihak Pasim.
Sementara itu, Walikota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa program kerjasama ini sejalan dengan visi besar pemangkasan nomor kemiskinan di Kota Pariaman.
Pemkot Pariaman dalam perihal ini berkomitmen penuh memastikan anak-anak dari family kurang bisa mempunyai akses langsung ke bumi kerja setelah lulus.
“Kami di Kota Pariaman mempunyai visi gimana dalam satu family miskin, minimal ada satu Sarjana Plus. Kami mau memastikan mereka bisa langsung bekerja setelah tamat kuliah.
Walikota Pariaman mengatakan melalui program SMK Go Global, para lulusan di kota tersebut, diharapkan langsung terserap pasar kerja.
“Kami memang kota kecil, tetapi kami mempunyai ambisi nan sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Yota.
Ambisi besar tersebut mendapat support nyata dari bumi pendidikan. Yota memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas PASIM nan turut turun tangan membantu memfasilitasi dan memberikan danasiwa unik bagi masyarakat miskin asal Kota Pariaman.
“Dukungan danasiwa dari Universitas PASIM ini melipatgandakan motivasi kami untuk terus bergerak maju,” ujarnya.
Dukung Program Presiden Prabowo Atasi Pengangguran
Terkait program penempatan nan dikelola KP2MI, Walikota Yota Balad berambisi Kota Pariaman bisa diberikan kuota penempatan unik di beragam sektor strategis luar negeri, seperti sektor hospitality dan sektor terampil lainnya.
Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sekaligus mendongkrak devisa negara.
“Besar angan kami agar masyarakat Kota Pariaman mendapatkan kuota penempatan dan difasilitasi dengan pelatihan-pelatihan nan mumpuni. Upaya ini sangat sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi pengangguran secara nasional. Kami berambisi kerja sama ini betul-betul terwujud nyata di lapangan,” pungkas Yota Balad.
(Adista)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·