Menlu Beber Ktt Asean Bahas Krisis Myanmar-konflik Thailand Vs Kamboja

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan krisis politik di Myanmar hingga bentrok perbatasan Thailand dan Kamboja menjadi pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 nan digelar di Filipina pada Jumat (8/5).

Terkait situasi politik di Myanmar, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia tetap mendukung proses politik nan inklusif setelah pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut berlangsung.

"Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu nan dilangsungkan kudu inklusif, kemudian bisa mengadres masalah-masalah nan ada di sana," ujar Sugiono dalam keterangan pers nan diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (9/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian juga bisa membawa perdamaian kemudian bisa menciptakan suatu situasi nan lebih baik dan tentu saja berpegang pada five point konsensus nan selama ini tetap diyakini merupakan suatu konsensus nan kudu dilaksanakan di Myanmar," lanjutnya.

Pada pertemuan itu, Sugiono menyinggung soal pembebasan tahanan politik, termasuk laporan pemindahan Daw Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah. Ia menilai perihal itu merupakan suatu progres dalam rangka memenuhi Five-Point Consensus nan wajib dipenuhi oleh Myanmar.

Five-Point Consensus adalah lima poin kesepakatan nan dibentuk oleh ASEAN pada 2021 untuk membantu menyelesaikan krisis politik dan bentrok di Myanmar setelah kudeta militer.

"Setelah pemilu ada beberapa gestur positif nan dinilai juga perlu diapresiasi nan dilakukan oleh pemerintah baru ialah diantara pembebasan jika nomor nan disebut oleh pihak Myanmar sekitar 6.000 lebih tahanan politik kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi," ujar Sugiono.

Terkait situasi tersebut, Sugiono juga menjelaskan langkah-langkah terukur nan bakal dilakukan oleh negara-negara ASEAN dalam menyikapi progress nan terjadi di Myanmar.

"Intinya semua beranggapan sepaham bahwa sebagai satu family dalam sebuah area ASEAN negara-negara personil kudu terus memberikan perhatiannya, concern-nya dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan nan mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negara," ujar Sugiono.

Selain krisis Myanmar, Sugiono juga menyinggung bentrok Thailand dan Kamboja nan turut menjadi pembahasan dalam KTT ASEAN.

Ia mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh negara ASEAN mempunyai persoalan perbatasan.

"Sejatinya ya di area ini nyaris semua jika tidak salah semua malah negara-negara personil itu punya masalah border nan sebenarnya menjadi masalah mendasar dari bentrok antara Kamboja dan Thailand," tutur Sugiono.

Kendati, perbedaan tersebut dapat dikelola melalui negosiasi dan kerja sama untuk mencari titik jumpa bersama.

"Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita biarlah urusan legal itu terus melangkah tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal nan positif nan bisa kita kerjasamakan nan kemudian bisa memberi faedah bagi masyarakat dan rakyat negara masing-masing," ujarnya.

(van/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional