Jakarta -
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons keluhan pelaku upaya mengenai tingginya biaya logistik. Budi bakal memanggil asosiasi pengusaha logistik untuk mencari solusi agar nilai produk dalam negeri bisa lebih bersaing.
Keluhan ini awalnya disampaikan Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia, Fera Umbara dalam aktivitas Ngobrol Produk Indonesia sore ini.
Ia menyoroti Harga Pokok Penjualan (HPP) pengusaha lokal nan seringkali kalah saing akibat tingginya ongkos kirim antar-pulau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya HPP kan selalu kalah gitu ya. Karena kita kan negara kepulauan. Kalau biaya logistik kita mahal. Ada solusi apa ya agar maksudnya mungkin kita punya nilai bisa lebih bersaing?" ujar Fera dalam aktivitas tersebut di area Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Menanggapi perihal itu, Budi mengakui Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor logistik. Kondisi ini kian diperparah dengan situasi dunia nan tidak menentu.
"Memang itu problem kita lantaran salah satunya kita negara kepulauan. Tapi kita (upayakan) terus ya. Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik lantaran aspek krisis global, aspek minyak, logistiknya juga naik," ujar Budi.
Selain itu, menurut Budi, persoalan logistik merupakan Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pemerintah. Namun, dia menekankan pemerintah tidak bisa melangkah sendiri tanpa masukan teknis dari para pemain di lapangan.
"Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik. Karena aspek krisis global, aspek minyak, logistiknya juga naik. Tapi itu PR kita," tambah Budi.
Budi menambahkan, bakal memanggil pelaku upaya untuk berbincang lebih mendalam. Ia mau mendalami hambatan apa saja nan membikin pengedaran peralatan di Indonesia tidak efisien.
"(Kita) bakal ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan kan mengalami ya secara teknis kendalanya apa. Nanti kita obrolan bareng-bareng. Tapi kan ada tadi kami sudah sampaikan ketemu saja di kantor, lantaran kan waktunya di sini enggak cukup ya. Nanti kita ngobrol," jelas Budi.
(rea/hns)
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·