CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 20:00 WIB
Acara konvensi pers Hometown Artisan Dairy nan diselenggarakan pada Rabu (6/5/2026) di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang. (CNN Indonesia/Rhea Febriani)
Jakarta, CNN Indonesia --
Susu pasteurisasi sering dipilih lantaran karakteristiknya dianggap lebih 'dekat' dengan susu sumber aslinya dibanding beberapa metode pengolahan lain.
Namun, seperti produk pangan lainnya, ada kelebihan sekaligus hal-hal nan perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk ke pilihan merek alias rasa, krusial untuk mengecek dua perihal besar, ialah kualitas hasil proses pasteurisasi dan langkah penyimpanan.
Soalnya, susu pasteurisasi umumnya butuh perlakuan dingin dan mempunyai masa simpan nan tidak lama. Di sinilah keputusan membeli menjadi sangat menentukan.
Kelebihan susu pasteurisasi
Apa saja kelebihan susu pasteurisasi? Berikut ini beberapa poin nan bisa jadi pertimbangan Anda:
1. Paling mendekati karakter susu asli
Ahli Gizi Vrischika Chabella menyebut susu pasteurisasi sebagai pilihan nan lebih baik dari sisi kemiripan dengan sumber aslinya.
"Kalau misal secara gizi pasti pasteurisasi will win. nan paling mendekati sumbernya, ialah dari si sapinya itu sendiri, itu nan paling baik," ujar Vrischika saat ditemui di Konferensi Pers Hometown Artisan Dairy di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/5).
Ia juga menyoroti banyak susu dengan rasa, semisal jenis cokelat, vanila, mocca, dan sebagainya, kerap sudah jauh dari corak susu sumber aslinya, lantaran penambahan beragam komponen.
"Ditambahkan air, ditambahkan glukosa, pengawet, perisa, pewarna. Jatuhnya itu bukan susu, jatuhnya itu minuman susu," kata Vrischika lagi.
2. Mengandung manis alami
Susu pasteurisasi tergolong susu segar, apalagi produk nan komposisi susu segarnya mencapai 100 persen. Susu ini mengandung gula alami dari laktosa, sehingga tak perlu lagi ada gula tambahan.
"Nah, susu itu sebenarnya mengandung gula alami, namanya laktosa. Itu alami ya, jadi bukan gula tambahan," ucap Vrischika.
Ia juga menjelaskan, gula tambahan condong mempunyai struktur dan langkah cerna nan berbeda, sehingga konsumsi berlebih berpotensi membawa akibat kesehatan jangka panjang.
3. Lebih padat nutrisi
Dari sisi nutrisi, Vrischika menyebut susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu nan relatif lebih rendah dibanding metode lain, sehingga protein dan kandungan nutrisi tetap lebih terjaga.
Susu pasteurisasi dipanaskan di suhu sekitar 70-80 derajat Celsius. Adapun susu UHT biasanya dipanaskan di atas 130 derajat Celsius, nan berpotensi merusak struktur susu dan kandungan nutrisi di dalamnya.
Suhu pemanasan pada metode pasteurisasi cukup untuk membunuh kuman dalam susu, tetapi tidak merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Inilah argumen susu pasteurisasi biasanya tetap terasa creamy meskipun tidak selalu menambahkan perisa alias bahan lain.
4. Cocok dijadikan campuran minuman lain
Bukan hanya diminum langsung, susu pasteurisasi juga banyak dicari untuk kebutuhan racikan dengan minuman lain. Misalnya, untuk kopi hingga matcha.
Cindyanto Kristian, CEO Sewu Segar Nusantara, bagian dari Great Giant Foods sekaligus pemasok Hometown Artisan Dairy, menekankan bahwa susu pasteurisasi memberi hasil racikan nan lebih "segar" dan creamy saat dicampur.
"Pada saat diaplikasikan... buat temen-temen nan suka latte, matcha, cappuccino... the creamiest And the freshest itu bakal terasa pada saat dicampur," ujar Cindyanto pada kesempatan nan sama.
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·