Maroko Incar Final Piala Dunia 2030 Usai Insiden Antimuslim Di Spanyol

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Maroko mengincar venue pertandingan final Piala Dunia 2030 mendatang setelah muncul kejadian rasisme anti-Muslim nan terjadi di Spanyol.

Baru-baru ini terjadi tindakan rasisme nan dilakukan suporter Spanyol dalam pertandingan Spanyol vs Mesir pada laga persahabatan di Stadion RCDE.

Dalam sejumlah pemberitaan, suporter tuan rumah menyanyikan lagu-lagu anti-Muslim ketika lagu kebangsaan Mesir dikumandangkan. Perilaku jelek itu diklaim kembali bersambung saat laga babak pertama berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) langsung bereaksi mengecam tindakan itu. Begitu juga dengan pembimbing timnas Spanyol, Luis de la Fuente nan mengutuk tindakan Islamofobia tersebut.

Bintang Barcelona sekaligus Spanyol nan berakidah Islam, Lamine Yamal, ikut mengecam kelakuan fans Spanyol itu dengan pesan mendalam.

Menurut media Maroko, Goud, berasas laporan Cadena SER, tindakan rasisme di Spanyol itu bisa memberikan untung kepada Maroko pada Piala Dunia 2030.

Seperti diketahui, Piala Dunia 2030 bakal digelar di tiga negara: Maroko, Spanyol, dan Portugal. Spanyol disebut menjadi kandidat utama final Piala Dunia 2030, ialah antara di Camp Nou alias Santiago Bernabeu menjadi kandidat.

Tetapi setelah kejadian anti-Muslim di Stadion RCDE itu, Maroko bisa mendapatkan keuntungan. Baru-baru ini Maroko sukses menggelar Piala Afrika 2025 dengan final di Stadion Prince Moulay Abdellah.

"Banyak kejadian rasis terlihat di stadion-stadion Spanyol. Kekhawatiran muncul lantaran ketidakmampuan lembaga-lembaga Spanyol untuk memerangi kejadian ini selama pertandingan. Umat Muslim di Spanyol menderita rasisme di stadion. Anehnya, bintang utama tim nasional Spanyol adalah seorang Muslim keturunan Maroko (Lamine Yamal)," tulis pemberitaan itu.

Namun pemberitaan AS meyakini Spanyol bakal tetap mendapatkan kepercayaan dari FIFA sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030. Insiden itu tidak bakal memengaruhi status Spanyol.

Meski begitu, tidak ada penjelasan mengenai kesempatan Spanyol sebagai salah satu kandidat laga final Piala Dunia 2030 mendatang.

Kalaupun ada balasan nan diberikan FIFA kepada Spanyol mengenai rasisme di Barcelona, perihal itu hanya meliputi hukuman denda alias penutupan sebagian tribune stadion untuk laga berikutnya.

[Gambas:Video CNN]

(sry/jal)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-sport