Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui perusahaannya, Meta telah membikin kesalahan dalam transformasi teknologi berbasis kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).
Pengakuan itu muncul dalam memo internal nan dikirim Zuckerberg kepada tenaga kerja dan diperoleh Reuters.
Dalam memo tersebut, Zuckerberg menjelaskan transformasi besar-besaran nan sedang berjalan di perusahaannya tidak lepas dari beragam kesalahan lantaran kemajuan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah membikin kesalahan dan nyaris pasti bakal membikin lebih banyak kesalahan lagi," kata Zuckerberg.
Zuckerberg telah menginvestasikan US$125 miliar alias setara Rp2.125 triliun ke industri AI pada April tahun ini, saat dia berupaya membentuk kembali langkah kerja internal perusahaannya di sekitar teknologi tersebut, nan mencerminkan pola nan lebih luas di antara perusahaan-perusahaan besar AS khususnya di sektor teknologi.
"Saya tidak mau terlalu banyak berjanji lantaran bumi berubah dengan langkah nan di luar kendali kita," katanya, menegaskan kembali bahwa Meta tidak mengharapkan lebih banyak PHK di seluruh perusahaannya tahun ini.
Zuckerberg berupaya untuk tidak membikin gaduh di perusahaannya, setelah pemilik FB tersebut melakukan restrukturisasi besar-besaran pada Mei, memberhentikan 10 persen karyawannya dan memindahkan 7.000 tenaga kerja nan mengenai dengan alur kerja AI.
"Karena kami tahu bahwa jika kami membikin kesalahan di beberapa tempat, maka kami memindahkan beberapa orang itu kembali," ucap Zuckerberg.
Meta menolak berkomentar tentang memo tersebut ketika dihubungi oleh Reuters.
Hanya saja perusahaan sudah berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam inisiatif pengembangan tim, kata Zuckerberg, termasuk anggaran nan lebih tinggi untuk aktivitas di luar instansi dan aktivitas perusahaan, dan sedang menyelenggarakan hackathon skala besar pada bulan Juli untuk mendorong kerjasama lintas tim.
(tim/mik)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·