Malaysia Bersiap Hadapi Krisis Bbm Juni

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Malaysia bersiap menghadapi potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) nan diperkirakan terjadi mulai Juni 2026. Hal itu seiring adanya gangguan pasokan daya dunia akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir mengatakan periode Juni-Juli 2026 bakal menjadi fase krusial dalam menjaga kesiapan daya nasional.

"Juni dan Juli bakal menjadi periode nan sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujar Akmal dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Akmal menyebut kesiapan bahan baku lain berbasis minyak dan gas termasuk untuk industri farmasi dan perangkat kesehatan juga perlu dijaga.

Sinyal kewaspadaan ini sebelumnya telah disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim nan menyebut ketidakpastian pasokan daya bisa mulai terasa pada Juni 2026. Hal itu menegaskan kerentanan Malaysia terhadap krisis daya global.

Pemerintah setempat menyebut pasokan daya tetap dalam kondisi kondusif untuk April-Mei 2026. Tantangan terbesar adalah memastikan pasokan mulai Juni 2026 dan seterusnya.

Peningkatan permintaan BBM di beberapa wilayah telah menyebabkan gangguan di beberapa SPBU. Meski demikian, langkah-langkah untuk memulihkan pasokan segera diterapkan.

"Saya mau menekankan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara tetap stabil dan mencukupi," ujar Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, Fuziah Salleh.

Pemerintah juga menepis laporan media asing nan menyebut adanya ekspor solar dari Malaysia ke Filipina sebesar 329 ribu barel. Perusahaan daya nasional Petroliam Nasional (Petronas) menegaskan tidak mempunyai perjanjian pasokan dengan pihak Filipina dan tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.

"Pasokan utama tetap memastikan pasokan bahan bakar nan andal dan berkepanjangan untuk Malaysia," ucap Petronas.

(aid/hns)

Sumber finance