Magang Nasional Mau Dilanjutkan, Pengusaha Diminta Bayar Uang Saku 30%

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta -

Pemerintah berencana membuka kembali program Magang Nasional pada periode 2026-2027. Pada periode selanjutnya, pengusaha diminta ikut terlibat dalam bayar duit saku peserta magang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada program magang periode 2025-2026, pemerintah menanggung sepenuhnya duit saku peserta.

"Ya tentu, burden sharing kudu kita dorong. Kalau kemarin kan kita 100% dibayar pemerintah, dengan sudah melangkah satu putaran, putaran kedua," ujar Airlangga di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan Diminta Ikut Bayar

Menurut Airlangga, para peserta magang pada akhirnya bakal memberikan kontribusi kepada perusahaan. Oleh lantaran itu, pemerintah menilai sudah saatnya perusahaan ikut berkontribusi pembiayaan duit saku.

"Toh, lantaran ini mereka bakal bekerja di korporasi, ya kita minta mereka sharing," imbuh Airlangga.

Saat ditanya mengenai pembahasan rencana tersebut dengan pengusaha, Airlangga mengaku bakal disiapkan. Namun, dia membocorkan setidaknya pengusaha bakal menanggung 20-30% dari total duit saku peserta magang.

"Nanti kita siapkan, tapi 20-30% mungkin oleh korporat," tambah Airlangga.

Rencana Magang Dilanjutkan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Menaker) menyebut program magang nasional direncanakan bersambung tahun ini. Beberapa pertimbangan dilakukan pemerintah, termasuk skema pemberian duit saku bagi peserta. Ke depan jika program ini betul-betul dibuka lagi, ada kesempatan keterlibatan perusahaan dalam skema patungan pembayaran duit saku bagi peserta magang.

Saat ini peserta magang nasional memperoleh duit saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) alias Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) nan dananya berasal dari pemerintah pusat. Nantinya duit saku itu dibayarkan sebagian oleh perusahaan.

"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan kelak duit sakunya itu kudu ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan," kata Yassierli dalam penutupan Program Magang Nasional Batch 1, disiarkan YouTube @KemnakerRI, Jumat (24/4/2026).

(rea/ara)

Sumber finance