Jakarta, CNN Indonesia --
Leicester City resmi degradasi ke kasta ketiga Liga Inggris setelah 10 tahun lampau sukses menggenggam gelar juara Premier League.
The Foxes dipastikan turun kasta ke bagian ketiga (league One) setelah bermain seri 2-2 saat menjamu Hull City, Selasa (21/4).
Tim pengarahan Gary Rowett sempat bermimpi lolos dari degradasi ketika gol sigap Jordan James (52') dan Luke Thomas (54') di awal babak kedua membawa Leicester berbalik unggul 2-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, gol Oliver McBurnie pada menit ke-63 memupus mimpi tersebut. Leicester dipastikan degradasi ke bagian ketiga untuk kali pertama sejak 2009.
"Gambaran besarnya adalah Anda tidak terdegradasi hanya lantaran tiga alias empat pertandingan, Anda terdegradasi dalam satu musim," kata Rowett setelah pertandingan.
"Kita kudu belajar. Saya rasa klub kudu menerima bahwa ini adalah bagian mengerikan dari perjalanan sebuah klub sepak bola," ujarnya menambahkan.
Satu dasawarsa lalu, Leicester City menulis salah satu kisah paling ajaib dalam sejarah sepak bola Inggris. Klub nan tak diunggulkan itu sukses menjuarai Premier League 2015/2016.
Keberhasilan Leicester menjuara Liga Inggris saat itu dianggap sebagai keajaiban dengan kesempatan 5000 banding 1.
Di bawah pengarahan Claudio Ranieri, Leicester tampil luar biasa sepanjang musim. Mereka mengoleksi 81 poin dari 38 pertandingan dan unggul jauh dari para rival nan sedang tampil angin-anginan.
Ketajaman Jamie Vardy menjadi salah satu kunci sukses mereka saat itu. Striker Inggris tersebut mencetak 24 gol dan keluar sebagai top skor tim. Leicester pun menutup musim dengan kelebihan 10 poin dari Arsenal di posisi kedua.
Namun kini, satu dasawarsa setelah kejayaan itu, situasi Leicester berubah drastis. Dari tim juara nan dielu-elukan, mereka justru terdegradasi ke League One, kejuaraan kasta ketiga sepak bola Inggris.
(jun/jun/sry)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·