Krl Perdana Uji Coba Di Bekasi Timur Usai Insiden Maut

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

PT KAI (Persero) mulai melakukan uji coba kereta rel listrik (KRL) untuk melintas dan berakhir di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Ini merupakan perjalanan KRL pertama setelah kejadian maut pada Senin (27/4) malam.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Rabu (29/4/2026), rangkaian KRL tiba dan bergerak lambat memasuki Stasiun Bekasi Timur pukul 11.54 WIB. Adapun rangkaian kereta nan masuk ini merupakan KRL baru buatan China.

Terlihat rangkaian dengan kode CLI-125 itu masuk ke area stasiun dari arah barat dan sepenuhnya berakhir sekitar pukul 11.56 WIB di jalur peron 1, letak kejadian terjadi. Namun pintu-pintu gerbong rangkaian tetap tertutup rapat, menandakan kereta tersebut belum melayani naik-turun penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, saat detikcom mencoba mengintip ke bagian dalam gerbong, terlihat rangkaian tersebut tetap kosong tanpa kehadiran penumpang. Hanya ada sejumlah petugas keamanan nan berjaga di dalam rangkaian.

Rangkaian ini berakhir selama sekitar lima menit, kemudian mulai bergerak ke arah timur menuju Stasiun Cikarang pada pukul 12.03 WIB. Tidak lama setelah itu, jalur satu arah menuju Cikarang kembali dilintasi kereta-kereta jarak jauh.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jasa kereta rel listrik (KRL) lintas Cikarang-Bekasi kembali beraksi siang ini setelah mendapatkan izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami bakal membuka kembali jasa KRL Jabodetabek nan dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beraksi lagi," katanya dalam konvensi pers di area Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Dudy mengatakan saat ini pihaknya tetap dalam proses uji coba di area Stasiun Bekasi Timur sebelum operasional dibuka kembali, baik uji coba rel untuk memastikan jalur nan dilintasi KRL kondusif maupun uji coba persinyalan.

"Untuk memastikan bahwa stasiun ini sudah bisa melayani kembali KRL, nan paling utama adalah keselamatan. Itu nan paling krusial nan mau kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur," jelasnya.

(igo/fdl)

Sumber finance