Jakarta -
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut setelah lelang gelombang 700 MHz dan 2,6 GHz, masyarakat bakal merasakan jasa 5G nan sesungguhnya.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Denny Setiawan mengatakan seleksi spektrum tersebut saat ini sedang berjalan dan bakal diumumkan sebelum hari kemerdekaan pada Agustus mendatang.
"Tadi ditanya kapan 5G bakal dirilis, saat ini kita sedang dalam proses seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Mudah-mudahan sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia sudah bisa dirilis," ujar Denny di Jakarta, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, tiga operator seluler, ialah Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart tengah berebut kedua pita gelombang tersebut nan dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan internet seluler di Indonesia, baik 4G maupun 5G.
Khusus untuk 5G, jaringan seluler generasi kelima ini sebenarnya sudah diperkenalkan Mei 2021. Namun hubungan nan dihasilkan tetap rasa 4G, salah satunya lantaran keterbatasan spektrum nan dioperasikan operator seluler.
Dalam lelang gelombang 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatannya di rentang 703-738 MHz (uplink) nan berpasangan dengan 758-793 MHz (downlink) dengan total lebar pita 70 MHz. Sebagai pita gelombang rendah, spektrum ini punya kelebihan sinyal lebih luas dan keahlian penetrasi lebih baik ke dalam gedung maupun beragam kondisi geografis.
Sementara itu, gelombang 2,6 GHz merupakan pita gelombang menengah nan mempunyai kapabilitas lebih besar untuk menampung trafik info tinggi. Frekuensi ini cocok digunakan di wilayah perkotaan nan padat masyarakat dan mempunyai kebutuhan internet besar, seperti area bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, hingga area industri. Total lebar pita 190 MHz nan dilelang di spektrum ini.
"Dan, kelak 5G-nya, 5G benaran, bukan 5G rasa 4G," ungkap Denny.
Pada kesempatan nan sama, Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSmart, Alvin Iskandar Aslam merespon positif mengenai komitmen Komdigi nan bakal merilis gelombang 700 MHz dan 2,6 GHz sebelum HUT RI nanti.
"Dari XLSmart, 5G menjadi satu pembeda bagi XLSmart untuk melayani masyarakat Indonesia ke depannya. Ketika kita bicara 5G, kita tidak lagi memikirkan penggunaan kapabilitas alias prasarana jaringan nan biasa saja. Memang bakal banyak pengembangan nan kita lakukan di jaringan XLSmart," tuturnya.
Alvin menjelaskan bahwasanya pemanfaatan jasa 5G tidak bisa ditunda lagi. Sebab, menurut Alvin, jaringan seluler paling anyar itu dapat menstimulus pertumbuhan ekosistem digital nasional.
"Kami di XLSmart memposisikan diri jika bisa kami menjadi pionir. Makin sigap kami bisa roll out jaringan 5G kami, artinya makin sigap pula kami bisa membawa faedah ke depan negeri ini. Kalau sebelumnya hanya satu titik, kami saat ini betul-betul lihat kota mana nan layak area 5G berkembang," ungkap Alvin.
Dengan berkembangnya penggunaan jasa 5G, Alvin menyakini itu bakal berakibat ke beragam sektor nan memerlukan konektivitas tinggi, mulai dari perindustrian hingga kesehatan. Selain itu juga, internet ngebut ini bisa meliharkan beragam penemuan lebih sigap lagi daripada sebelumnya.
(agt/agt)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·