Kisah Nasabah Pnm Mekaar Sulap Kotoran Sapi Jadi Sumber Ekonomi

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Di tengah tantangan ekonomi nan dihadapi pelaku upaya ultra mikro, wanita turut mengambil peran dalam mengembangkan upaya dan menciptakan peluang. Melalui sinergi Holding Ultra Mikro nan terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), serta PT Pegadaian upaya pendampingan dan ekspansi akses jasa finansial terus diperkuat guna mendorong masyarakat mengembangkan potensi upaya secara berkelanjutan.

Kisah tersebut tercermin dari perjalanan Onih Suryati, pengguna PNM Mekaar sekaligus BRILink Agen di Kabupaten Bandung Barat. Sejak 2022, dirinya mengembangkan upaya berbasis pertanian dan peternakan dengan konsentrasi pada budidaya cacing serta produksi pupuk kascing (bekas cacing).

Onih menuturkan usahanya bermulai dari persoalan limbah. Melalui training nan difasilitasi PNM, limbah tersebut mulai diolah menjadi produk berbobot ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kotoran sapi menjadi limbah nan mencemari lingkungan. Kemudian, melalui training dari PNM, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan cacing, dan pupuk kascingnya dimanfaatkan untuk pertanian," kata Onih dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan limbah tersebut berkembang menjadi sistem upaya nan terintegrasi. Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, kemudian dimanfaatkan sebagai pakan cacing hingga menghasilkan pupuk organik untuk pertanian. Dukungan berupa hibah greenhouse dari PNM turut memperkuat pengembangan upaya sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Perkembangan upaya tersebut juga membuka peran baru bagi Onih sebagai BRILink Agen nan melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat di sekitarnya, sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi dirinya.

"Setelah ada biogas, ibu tidak pernah membeli gas LPG. Hasil penjualan cacing dan pupuk kascing dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari termasuk juga biaya sekolah anak," ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Dhanny menyampaikan bahwa kisah Onih Suryati sebagai pengguna PNM Mekaar sekaligus BRILink Agen di Kabupaten Bandung Barat mencerminkan peran sinergi Holding Ultra Mikro dalam memperkuat kapabilitas upaya secara berkelanjutan, terutama bagi pelaku upaya perempuan.

"Keberadaan ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan nan berfokus pada pendampingan upaya serta keterhubungan dengan jasa finansial formal," kata Dhanny.

"Pendekatan ini mendorong pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usahanya secara lebih produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru nan berakibat langsung bagi lingkungan sekitarnya," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, melalui perusahaan anak BRI, PNM menghadirkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai solusi pemberdayaan bagi wanita prasejahtera nan belum mempunyai akses ke jasa finansial umum (unbankable), melalui penyediaan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan upaya secara berkelanjutan.

"Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group, program ini juga menunjukkan akibat nan nyata. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM sukses naik kelas, mencerminkan peningkatan kapabilitas upaya serta ekspansi akses finansial umum bagi para pelaku upaya ultra mikro," tutupnya.

(akn/ega)

Sumber finance