Ketahui Gejalanya, Ini Beda Gatal Campak Dan Cacar Air

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 02 Apr 2026 07:15 WIB

Anda perlu tahu gimana indikasi balang dan cacar air agar bisa membedakan gatal dan corak ruamnya. Simak penjelasannya berikut ini. Ilustrasi. Anda perlu tahu gimana indikasi balang dan cacar air agar bisa membedakan corak ruamnya. (iStockphoto/kwanchaichaiudom)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Campak dan cacar air adalah dua penyakit nan sering terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh virus nan berbeda. Meskipun keduanya menimbulkan ruam pada kulit, indikasi lain nan menyertai bisa sangat berbeda.

Penting untuk mengenali beda gatal balang dan cacar, termasuk indikasi lainnya, agar penanganan nan tepat bisa dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun vaksinasi tersedia untuk kedua penyakit ini dan sangat efektif dalam mencegahnya. Berikut ini ulasan komplit beda gatal balang dan cacar agar Anda lebih mengerti mengenali gejalanya.

Gejala campak

ilustrasi campakFoto: istockphoto/Natalya Maisheva
ilustrasi ruam pada campak.

Campak, nan juga dikenal sebagai rubeola, disebabkan oleh virus campak. Menurut Medical News Today, salah satu karakter unik balang adalah ruam merah nan muncul pertama kali di garis rambut dahi.

Ruam ini berbentuk datar dan bercak-bercak merah nan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Terkadang bercak tersebut menyatu menjadi area nan lebih luas.

Tanda unik lainnya adalah bintik koplik, ialah bintik merah dengan pusat putih kebiruan nan muncul di dalam mulut dan pipi.

Berikut ini daftar indikasi campak:

  • Ruam nan muncul pertama kali di garis rambut alias dahi, lampau menyebar ke bagian tubuh lain
  • Demam tinggi
  • Batuk parah
  • Hidung meler
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah dan berair
  • Bintik koplik di mulut

Ruam balang biasanya berjalan selama 5 hingga 6 hari dan berupa bercak datar, meski terkadang ada benjolan mini tanpa cairan.

Gejala cacar air

Upper back of young boy, 5 years, blond short hair, with red chickenpox on his shoulders, neck and cheek. He is scratching his back with right hand.Foto: Istockphoto/AnaDiana
Ilustrasi ruam pada cacar air.

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster. Ruam cacar air biasanya dimulai dengan munculnya bintik merah di dada, perut, wajah, dan punggung, nan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam 2 hingga 4 hari, bintik merah ini berubah menjadi lepuhan berisi cairan nan sangat gatal dan mudah pecah.

Jumlah lepuhan bisa sangat banyak, apalagi mencapai lebih dari 500 buah. Setelah lepuhan pecah, bakal terbentuk kerak nan menandakan bahwa virus tidak lagi menular.

Berikut ini daftar indikasi cacar air:

  • Ruam nan muncul pertama kali di dada, wajah, dan punggung, lampau menyebar ke seluruh tubuh
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nafsu makan menurun

Ruam cacar air berupa benjolan nan berubah menjadi lepuhan berisi cairan dan sangat gatal, kemudian pecah dan membentuk kerak.

Perbedaan penanganan balang dan cacar air

Karena keduanya disebabkan oleh virus, antibiotik tidak efektif untuk mengobati balang maupun cacar air. Penanganan lebih konsentrasi pada meredakan indikasi dan mencegah komplikasi.

Mengutip Healthline, untuk cacar air, obat antihistamin bisa membantu mengurangi rasa gatal. Dokter juga dapat meresepkan antivirus seperti acyclovir untuk kasus nan berisiko tinggi agar indikasi tidak berat.

Berbagai pengobatan tersebut kudu dimulai dalam beberapa hari setelah terpapar virus agar efektif.

Setelah mengikuti petunjuk dan resep dari dokter, ada sejumlah perawatan nan bisa dilakukan di rumah, baik bagi penderita balang dan cacar air:

  • Istirahat nan cukup.
  • Minum banyak cairan agar terhidrasi.
  • Menghindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.
  • Menggunakan obat antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Kenakan sarung tangan, terutama saat tidur, untuk mencegah garukan.
  • Jaga agar kuku tetap pendek dan bersih untuk mengurangi akibat jangkitan pada lepuh.
  • Mandi dengan air dingin alias gunakan kompres dingin untuk mengurangi gatal.
  • Hindari makanan pedas alias masam jika lepuh muncul di mulut.

Untuk kedua penyakit ini, mencegahnya tentu lebih baik. Vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah balang dan cacar air.

Vaksin untuk kedua penyakit ini termasuk dalam agenda imunisasi anak dan diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua sebagai booster pada usia 4-6 tahun.

Saat ini, sekitar 90% anak-anak sudah menerima dosis pertama vaksin ini sebelum usia dua tahun.

Dengan memahami beda gatal balang dan cacar, Anda dapat lebih mudah mengenali indikasi dan mengambil langkah tepat dalam penanganannya. nan jelas, hindari menggaruk kulit agar tak infeksi.

Jangan lupa untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi komplit agar terlindungi dari kedua penyakit ini.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle