Keseringan Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Faktanya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Tempe sudah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari di Indonesia. Selain rasanya berkawan di lidah, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati nan mudah dijangkau.

Belakangan ini muncul dugaan bahwa terlalu sering makan tempe bisa membikin laki-laki menjadi mandul dengan menurunkan kadar testosteron. Kekhawatiran ini biasanya dikaitkan dengan kandungan fitoestrogen dalam kedelai nan dianggap mirip dengan hormon estrogen pada tubuh manusia.

Sekilas dugaan ini terdengar masuk logika dan banyak nan percaya. Namun, apakah betul seperti itu? Mari kita bahas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fitoestrogen dalam Kedelai Tidak Bekerja Seperti Hormon Tubuh

Tempe dibuat dari kedelai nan mengandung senyawa isoflavon, salah satu jenis fitoestrogen. Senyawa ini memang mempunyai struktur nan mirip dengan hormon estrogen, tetapi aktivitasnya di dalam tubuh jauh lebih lemah.

Tinjauan penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility tahun 2010 meneliti hubungan konsumsi kedelai dengan hormon pria. Hasilnya menunjukkan konsumsi produk kedelai tidak berangkaian dengan penurunan kadar testosteron pada laki-laki sehat.

Temuan serupa juga dilaporkan dalam kajian nan dimuat dalam jurnal Reproductive Toxicology tahun 2021. Penelitian tersebut meninjau beragam studi klinis dan menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai maupun isoflavon tidak memengaruhi kadar testosteron total maupun testosteron bebas pada pria.

Dengan kata lain, keberadaan fitoestrogen dalam kedelai tidak serta merta mengganggu keseimbangan hormon pria.

Kandungan Fitoestrogen dalam Tempe

Dalam beragam penelitian pangan, 100 gram tempe mengandung sekitar 50 sampai 55 mg isoflavon. Jumlah ini bisa sedikit berbeda tergantung jenis kedelai dan proses fermentasinya.

Jika dilihat dari porsi makan sehari hari, satu pangkas tempe biasanya hanya sekitar 30 sampai 50 gram. Artinya, isoflavon nan masuk ke tubuh dari satu porsi tempe kira kira hanya 15 sampai 25 mg.

Beberapa penelitian pada manusia juga sudah memandang apakah asupan isoflavon dapat memengaruhi hormon pria. Hasilnya menunjukkan konsumsi isoflavon dari makanan kedelai apalagi hingga lebih dari 75 mg per hari tidak menurunkan kadar testosteron pada pria.

Tinjauan penelitian nan dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Toxicology tahun 2021 apalagi menyimpulkan konsumsi protein kedelai maupun isoflavon tidak memengaruhi testosteron total maupun testosteron bebas pada pria.

Dengan kata lain, jumlah fitoestrogen nan diperoleh dari makan tempe dalam porsi wajar setiap hari tetap kondusif dari kekhawatiran akibat kemandulan.

Kesuburan Pria Dipengaruhi Banyak Faktor

Kesuburan laki-laki tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Banyak aspek lain nan justru mempunyai pengaruh lebih besar terhadap kualitas sperma dan hormon reproduksi.

Berat badan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola tidur, hingga tingkat stres dapat memengaruhi produksi sperma. Paparan panas berlebih pada area testis alias meletakkan laptop di pangkuan dalam waktu lama, juga diketahui bisa memengaruhi kualitas sperma.

Pola makan secara keseluruhan juga berperan. Asupan gizi nan kurang seimbang, terutama kekurangan protein, vitamin, dan mineral tertentu seperti zinc dan selenium, dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria.

Karena itu, kesuburan laki-laki biasanya dilihat dari beragam aspek style hidup secara menyeluruh, bukan dari konsumsi satu jenis makanan saja seperti makan tempe tiap hari.

Tempe Tetap Menjadi Sumber Protein nan Baik

Di kembali beragam mitos nan beredar, tempe sebenarnya termasuk makanan nan cukup bernutrisi serta menghadirkan ragam masam amino esensial. Proses fermentasi membikin protein kedelai menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia, sekitar 100 gram tempe mengandung sekitar 20,8 gram protein. Tempe juga menyediakan serat, unsur besi, magnesium, serta beberapa vitamin B nan krusial bagi metabolisme tubuh.

Fermentasi oleh jamur Rhizopus membantu memecah sebagian komponen kedelai sehingga nutrisinya lebih mudah diserap. Proses ini juga menghasilkan beragam senyawa bioaktif nan berfaedah bagi tubuh.

Karena itu, tempe tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehari hari sebagai salah satu sumber protein nabati nan baik dan harganya terjangkau. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah kuat nan menunjukkan konsumsi tempe dalam jumlah wajar dapat menyebabkan laki-laki menjadi mandul.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)

Bedah Gizi Super Tempe

3 Konten

Tempe kerap disebut-sebut sebagai superfood. Nutrisinya kaya, rasanya pun banyak disuka. Dan nan paling penting, harganya cukup ekonomis jika dibanding sederet manfaatnya.

Sumber detik-health