Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kesal ke Iran lantaran tak kunjung menyetujui dan meneken proposal nan diusulkan Washington untuk mengakhiri perang.
Media AS Axios, mengutip sumber, melaporkan Trump berjumpa dengan tim keamanan pada Senin (11/5) untuk membahas langkah selanjutnya dalam perang melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk kemungkinan melanjutkan tindakan militer, setelah negosiasi dengan negara tersebut menemui jalan buntu pada hari Minggu," demikian laporan Axios, menurut pernyataan tiga sumber.
Salah satu sumber nan mengetahui masalah ini mengatakan Trump frustrasi lantaran blokade Iran di Selat Hormuz dan kepemipinan di negara tersebut nan tak satu suara, demikian dikutip Al Jazeera, Selasa (12/5).
Sumber itu melaporkan perpecahan internal Iran menghalang keahlian negosiasi Iran untuk menawarkan konsensi signifikan guna melanjutkan perundingan nuklir.
Trump menunjukkan tanda-tanda frustrasinya saat mengatakan gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis lantaran tak kunjung ada kesepakatan.
"Saya bakal mengatakan bahwa saat ini situasinya sangat lemah, seperti berada di periode kematian," kata Trump ke awak media di Gedung Putih, Senin (11/5), dikutip AFP.
Dia lampau berujar, "Saya bakal mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis."
Meski buntu, Trump menegaskan AS tak bakal mundur. Dia apalagi mengatakan Washington tengah mempertimbangkan Freedom Project, ialah operasi mengawal kapal melintasi Selat Hormuz sekaligus mencabut kendali Iran atas perairan tersebut.
AS mengusulkan proposal untuk mengakhiri perang berisi penghentian program nuklir Iran hingga akses Selat Hormuz. Namun, Teheran menolak pelucutan nuklir ini.
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua pekan nan dimulai pada 8 April. Kesepakatan ini kemudian diperpanjang tanpa rincian pemisah waktu.
Kedua negara itu dan mediator Pakistan terus mengupayakan negosiasi agar gencatan senjata permanen bisa tercapai. Namun, perundingan disebut susah lantaran AS dan Iran beda pandangan soal beberapa poin terutama mengenai nuklir.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·