Keren! Menlu Singapura Coding Ai Sendiri Buat Bantu Tugas Diplomasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Artificial intelligence (AI) bisa membantu tugas diplomasi Menlu Singapura Vivian Balakrishnan. Hebatnya, dia bikin coding AI sendiri untuk membantu pekerjaannya.

Balakrishnan mengotak-atik NanoClaw dan menyesuaikan setelannya. Tujuannya adalah membikin asisten pribadi AI untuk membantu tugasnya sebagai seorang menteri luar negeri. Balakrishnan apalagi membagi setelan coding dia di forum GitHub dan berbagi pengalamannya di postingan Facebook.

"Saya telah bereksperimen dengan apa nan saya anggap sebagai 'otak kedua' untuk seorang diplomat, menggunakan dua blok gedung open-source: NanoClaw oleh Gavriel Cohen (github.com/qwibitai/nanoclaw) nan melangkah secara lokal di Raspberry Pi 5 dan pola LLM Wiki dari Andrej Karpathy," kata Balakrishnan dilansir detikINET dari akun Facebook-nya, Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia membikin AI ini terkoneksi dengan saluran perpesanan, dan mempelajari pidato-pidato dan artikel-artikel. AI setelannya ini bisa menjawab pertanyaan, meriset topik pembicaraan, menyediakan pembaruan harian, merancang pidato dan memadatkan informasi.

"Ini menjadi sangat berharga, tidak berani saya matikan! Diplomat nan belajar untuk bekerja dengan AI bakal mempunyai kelebihan nan berarti. Saya pikir kelebihan itu ada sekarang," kata Balakrishnan.

Di forum GitHub dia menjelaskan arsitektur berupa 3 lapis info untuk dikerjakan AI. Lapis pertamanya sumber mentah seperti artikel, transkrip pidato. Sumber mentah ini masuk ke lapis kedua menjadi mnemon Knowledge Graph, seperti kebenaran terstruktur node diagram dan semantik. Node-node ini masuk ke lapis ketiga menjadi laman Wiki nan bisa dibaca pengguna.

Lalu ada 10 tools nan dia kawinkan mulai dari NanoClaw, Claude Agent SDK, Baileys untuk WA Web sampai SQLite dll. Dari situ, lahirlah 8 keahlian AI untuk membantu kerja mulai mengatur pesan, agenda tugas, antarmuka web, memory dll. Balakrishnan komplit sampai membagi struktur coding. Faktor privasi dan keamanan juga tetap menjadi perhatian.

Sontak, Balakrishnan mendapat sambutan positif dari para developer, pegiat AI dan netizen. OfficeChai.com memuji lantaran Balakrishnan aslinya adalah master ahli mata nan jadi menteri luar negeri dan sekarang jadi pegiat AI.

"Dalam peran di mana pengetahuan institusional, konteks kebijakan, dan nuansa historis adalah segalanya, sistem memori nan kompleks bukanlah kemewahan. Justru itu intinya. Apakah pemerintah dan diplomat lain bakal mengikuti jejak ini tetap menjadi pertanyaan terbuka. Tetapi Menteri Luar Negeri Singapura telah menjawabnya sendiri," tulis OfficeChai.

"Bapak mestinya presentasi di depan insinyur AI Singapura berbareng pendiri dan perusahaan AI seperti OpenAI, Cursor, Deepmind," puji Agrim Singh di akun FB Balakrishnan.


(fay/ask)


Sumber detik-inet