Kepala Bgn Sebut Mbg Bikin Badan Anak Makin Tinggi-bugar Seperti Di Jepang

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu upaya nan dilakukan dengan mengintervensi pada kecukupan gizi bagi anak-anak.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan saat ini Indonesia mulai mengangkat strategi Jepang, terutama dalam meningkatkan tinggi badan dan kualitas kesehatan generasi secara signifikan.

Menurutnya, Jepang menjadi salah satu contoh nyata kebersihan intervensi gizi terstruktur. Hal tersebut berakibat langsung pada peningkatan tinggi badan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jepang itu sudah melakukan makan bergizi nyaris 100 tahun. Kita lihat dalam kurun waktu sekitar 50 tahun, tinggi badan rata-rata laki-laki Jepang naik dari 159 cm menjadi sekitar 170 cm," ujar Dadan melalui keterangan nan diterima detikcom, Rabu (29/4/2026).

Menurut Dadan, keberhasilan Jepang tak hanya terlihat dari peningkatan tinggi badan. Tetapi juga perubahan pola hidup masyarakat nan semakin sehat.

Pada tahap awal, pemerintah melakukan intervensi lewat penyediaan makanan bergizi. Setelah itu, masyarakat diberi edukasi kesehatan hingga akhirnya terbentuk kebiasaan hidup sehat secara mandiri.

"Awalnya intervensi, setelah itu edukasi, dan pada akhirnya menjadi kebiasaan style hidup sehat. Itu nan terjadi di Jepang," ucapnya.

Dadan mengungkapkan tren di Jepang saat ini justru diikuti dengan penurunan berat badan dan peningkatan tinggi badan dalam 20 tahun terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai tanda pola hidup sehat sudah terbentuk.

"Sekarang kita lihat, tinggi badan naik, tapi berat badan turun. Artinya style hidup sehat sudah terbentuk," tambah Dadan.

BGN menilai pendekatan nan sama bisa diterapkan di Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi golongan usia nan masuk fase krusial pertumbuhan.

Intervensi bakal difokuskan pada dua periode krusial, ialah 1.000 hari pertama kehidupan guna mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja untuk mendukung pertumbuhan bentuk optimal.

Dadan menegaskan potensi genetik anak tidak bakal berkembang maksimal, tanpa asupan gizi nan tepat sejak dini.

"Anak dalam kandungan itu punya potensi genetik. Tapi jika tidak diintervensi dengan menu gizi seimbang, potensi itu tidak bakal muncul, apalagi bisa terjadi stunting," pungkasnya.

(sao/naf)

Sumber detik-health