Jakarta, CNN Indonesia --
Lionel Messi secara mengejutkan memberikan eksekusi penalti kepada Nicolas Otamendi saat Argentina membantai Zambia. Berikut argumen Messi berikan penalti kepada Otamendi.
Timnas Argentina membantai Zambia 5-0 dalam pertandingan persahabatan di Stadion La Bombonera, Rabu (1/4) pagi WIB. Lionel Messi mencetak satu gol dalam laga itu.
Argentina mengendalikan permainan usai peluit kick-off babak pertama. Permainan garang Argentina akhirnya membuah gol sigap pada menit keempat lewat Julian Alvarez.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol tambahan Argentina tercipta menjelang turun minum. Setelah menerima operan Alvarez, Lionel Messi meliuk-liuk di kotak penalti Argentina.
Messi kemudian melakukan operan satu-dua dengan Alexis Mac Allister sebelum membobol gawang Willard Mwanza dengan tembakan kaki kiri. Argentina unggul 2-0 pada babak pertama.
Unggul 2-0 pada babak pertama membikin Argentina kian termotivasi menggilas Zambia. Babak kedua baru melangkah tiga menit, Argentina sudah mendapatkan penalti usai Thiago Almada dijegal Albert Kangwanda di kotak terlarang.
Messi meminta bek Nicolas Otamendi menjadi penyelenggara penalti. Alasan Messi memberikan tendangan penalti kepada Otamendi adalah lantaran mantan pemain Manchester City itu menjalani pertandingan persahabatan terakhir di Argentina berbareng Albiceleste.
Hal itu lantaran Otamendi bakal pensiun dari timnas Argentina usai Piala Dunia 2026.
"Sang kapten memberikan penalti kepada bek, nan kemudian mencetak gol sehingga skor menjadi 3-0. Mantan pemain Velez itu memainkan pertandingan terakhirnya di negara tersebut dengan mengenakan seragam tim nasional dan bakal mengumumkan pensiunnya dari Albiceleste setelah Piala Dunia," tulis media Argentina, Infobae.
Pada menit ke-69, Otamendi diganti dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari para fans Argentina.
"Ini adalah perjalanan panjang, penuh suka dan duka. Saya pergi dengan mengetahui bahwa saya telah memberikan segalanya untuk tim nasional dan dengan kemauan untuk memberikan segalanya untuk negara. Tidak ada kepuasan nan lebih besar daripada mengenakan seragam negara Anda," kata Nico setelah pertandingan.
"Ini adalah pertandingan persahabatan terakhir saya di negara kita, dan merupakan suatu kegembiraan untuk bermain di sini dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang kita. Piala Dunia tetap bakal datang, di mana kita bakal berkompetisi, dan kita mau orang-orang percaya lantaran kita mempunyai setiap argumen untuk percaya, seperti nan dikatakan Leo," ucap Otamendi menambahkan.
(rhr/rhr/abs)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·