Kebun Disatroni “ninja Sawit”, Warga Pasir Putih Rugi Hingga Tonan Buah

Sedang Trending 3 jam yang lalu

SAMPIT – Aksi pencurian buah kelapa sawit kembali meresahkan warga. Salah seorang penduduk Kelurahan Pasir Putih, Abdul Karim, mengeluhkan kebun pribadi miliknya nan kerap dimasuki pelaku nan dikenal dengan julukan “ninja sawit”. Kebun seluas sekitar 5 hektare miliknya nan berada di Kilometer 32 itu apalagi sudah tiga kali menjadi sasaran dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Abdul Karim menuturkan, tindakan pencurian tersebut diduga dilakukan secara terorganisir. Para pelaku diduga memanfaatkan kondisi kebun nan jauh dari permukiman serta minimnya pengawasan, sehingga leluasa memanen buah tanpa sepengetahuan pemilik.

“Sudah tiga kali kejadian dalam sebulan. Kami sangat dirugikan lantaran hasil panen berkurang drastis,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir kerugian nan dialami cukup signifikan. Puncaknya terjadi pada April lalu, ketika hasil panen nan semestinya mencapai sekitar 3 ton, justru hanya tersisa sekitar 400 kilogram saat dipanen.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan rasa tidak kondusif bagi para pemilik kebun di wilayah tersebut. Ia khawatir, jika tidak segera ditangani, tindakan serupa bakal terus berulang dan semakin merajalela.

Abdul Karim pun meminta perhatian serius dari pemerintah wilayah untuk turun tangan mengatasi persoalan ini. Ia berambisi ada langkah konkret, seperti peningkatan patroli keamanan maupun penertiban aktivitas di sekitar area perkebunan.

Selain itu, dia juga mendesak pemerintah wilayah untuk menertibkan pemilik SPK nan berada di sekitar letak kebun. Pasalnya, dia menduga keberadaan pihak-pihak tertentu tersebut turut menjadi celah bagi praktik pencurian buah sawit nan merugikan para petani.

Lebih lanjut, dia menyebut tindakan pencurian ini tidak hanya menimpa kebunnya, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah penduduk lain di sekitar wilayah tersebut. Para petani sawit sekarang dihantui kekhawatiran serupa setiap memasuki masa panen.

Selain kerugian material, Abdul Karim menambahkan bahwa panen nan dilakukan secara sembarangan oleh pelaku juga berakibat jelek terhadap pertumbuhan tanaman dan kualitas buah di masa mendatang. Ia berambisi ada langkah konkret untuk menjaga keamanan kebun agar petani tidak terus dirugikan.

(ASY)

Sumber info-lokal