Kasus Gagal Ginjal Usia Muda Meningkat, Segera Hentikan 5 Gaya Hidup Buruk Ini

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Jakarta -

Kasus kandas ginjal tak lagi identik dengan usia lanjut. Kondisi ini juga sering kali dialami oleh orang dengan usia muda.

Sejumlah kebiasaan sehari-hari nan dianggap sepele, rupanya bisa memicu kerusakan ginjal. Ketahui apa saja style hidup nan bisa merusak kesehatan ginjal sejak dini.

Gaya Hidup nan Bisa Memicu Gagal Ginjal

Dokter ahli penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan pada umumnya, kandas ginjal nan menyerang usia muda berangkaian dengan style hidup tidak sehat. Akan tetapi banyak aspek lainnya juga nan bisa menjadi penyebab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Umumnya tidak ada penyebab tunggal. Penyakit ini proses berjalannya lama tapi progresif," kata dr Tunggul.

Berikut beberapa style hidup tidak sehat nan bisa memicu kandas ginjal:

1. Konsumsi Terlalu Banyak Garam

Dikutip dari laman National Kidney Foundation, diet tinggi garam alias natrium bisa meningkatkan tekanan darah dan merusak ginjal. Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi garam.

Dirinya menyoroti kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Jika kebiasaan ini terus dipertahankan, apalagi terbentuk sejak kecil, bukan tak mungkin kondisi ini bisa menyebabkan masalah hipertensi nan berhujung kandas ginjal kronis.

"Ngemil makanan asin jelas mengandung garam nan tinggi. Garam itu meningkatkan hipertensi, jika tidak terkendali itu risikonya (gagal ginjal, red) meningkat jadi kudu dikurangi ya," kata dr Pringgo.

2. Kurang Aktivitas

Menurut dr Pringgo, kebiasaan mager alias malas mobilitas bisa menjadi salah satu pencetus dari banyak aspek akibat kandas ginjal, seperti hipertensi dan diabetes.

"Misal ke toko dekat rumah saja pakai kendaraan ya, jadi kurangnya aktivitas bentuk itu bisa mengganggu kegunaan ginjal," ucap dr Pringgo..

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, orang dengan usia 18-64 tahun direkomendasikan untuk melakukan beberapa aktivitas bentuk seperti:

  • Melakukan aktivitas intensitas sedang seperti jalan sigap minimal 150-300 menit alias selama minimal 75-159 menit intensitas berat, seperti lari.
  • Melakukan setidaknya 2 hari dalam seminggu aktivitas bentuk untuk penguatan otot dan tulang, seperti sit up, push up, plank dll.

3. Konsumsi Makanan Olahan

Sebuah studi tahun 2022 menemukan, mereka nan banyak mengonsumsi makanan olahan mempunyai akibat penyakit ginjal 24 persen lebih tinggi. Makanan-makanan ini mengandung banyak unsur aditif buatan, gula tambahan, karbohidrat olahan, lemak tak sehat dan natrium, namun rendah serat, protein, dan nutrisi penting.

Gula berkontribusi terhadap obesitas, nan bisa meningkatkan akibat tekanan hipertensi dan obesitas. Keduanya merupakan penyebab utama penyakit ginjal. Dengan demikian, terlalu banyak gula juga bisa memicu sakit ginjal.

4. Kurang Minum Air

Kurangnya asupan air berisiko pada kerusakan ginjal, terutama jika berada di cuaca panas. Air membantu ginjal membuang limbah dan membantu mencegah batu ginjal.

Kekurangan cairan bisa mengganggu kegunaan ginjal secara bertahap. Awalnya bisa terjadi jangkitan nan memicu peradangan, hingga muncul batu ginjal.

"Biasanya berjenjang gejalanya dan melalui penyakit nan lain misalnya jadi akibat jangkitan berulang lantaran kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal lantaran kekurangan cairan jadi zat-zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui perihal tersebut," ujar dr Pringgo.

Orang dewasa direkomendasikan untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas alias setara dengan dua liter setiap hari.

5. Kurang Tidur

Istirahat malam nan berbobot sangat krusial bagi kesehatan secara keseluruhan dan juga rupanya juga untuk ginjal. Fungsi ginjal diatur siklus bangun-tidur nan membantu mengoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur selama 7 jam alias lebih setiap malam.

Wanita Umur 20-an Idap Gagal Ginjal

Salah satu kasus kandas ginjal di usia muda dialami seorang wanita di Bandung berjulukan Della nan diketahui menderita kandas ginjal stadium akhir di usia 20-an tahun. Dirinya pertama kali didiagnosis penyakit ginjal pada usia 22 tahun dan kisahnya viral saat dia berumur 25 tahun sekitar akhir 2023.

Dirinya mempunyai riwayat hipertensi sejak SMA. Selain itu, pola makan nan jelek dan penggunaan pil diet menurutnya mungkin berkontribusi atas penyakit nan dialaminya.

"Sebenarnya nan paling parah itu hipertensi ke ginjal kata dokter-dokter, nan lainnya saya tuh minum pil diet. Jadi tiga bulan sebelum saya divonis, saya tuh minum obat diet kapsul herbal nan saya tuh salahnya nggak ngecek BPOM, nggak ngecek kandungannya, bukan dari dokter. Itu sih, itu fatalnya," kata Della kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dirinya mengaku tidak menjaga pola makan, kurang asupan air putih, hingga kurang istirahat. Pola makan jelek nan diduga menjadi 'biang kerok' dari memburuknya kondisi ginjalnya.

"Terus, saya tuh pola makannya juga nggak benar. Namanya lagi diet kan nggak lapar ya. Kan menekan nafsu makan. Udah makannya nggak benar, minum air putih kurang, obatnya nggak BPOM, nggak ke dokter, terus rehat kurang, jam tidur berantakan," katanya.


(elk/dpy)

Sumber detik-health