Kasus Dugaan Pemerkosaan Hakimi Guncang Timnas Maroko Di Piala Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa seluruh komponen tim sepenuhnya berada di belakang sang kapten, Achraf Hakimi.

Pernyataan itu muncul setelah Pengadilan Banding Prancis pada Jumat (19/6) waktu setempat memutuskan bahwa Hakimi, nan juga merupakan bek kanan Paris Saint-Germain, kudu menghadapi persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan.

Pengumuman dari pengadilan tersebut dirilis hanya beberapa jam sebelum Hakimi memimpin Maroko meraih kemenangan krusial 1-0 atas Skotlandia di Stadion Foxborough, dalam laga fase grup Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hakimi sebelumnya mengusulkan banding atas putusan pengadil investigasi pada Februari lalu, namun pengadilan tinggi Versailles menyatakan terdapat bukti nan cukup untuk membawa kasus ini ke meja hijau.

Meski mendapatkan tekanan mental nan luar biasa, ditambah cemoohan dari sebagian penonton di dalam stadion setiap kali dia menyentuh bola, Hakimi tetap tampil solid sepanjang pertandingan.

"Apakah Anda memandang pertandingannya? Hakimi tampil luar biasa. Kami semua sangat tenang, dia pun sangat rileks, dan saya rasa dia bermain dengan sangat baik," ujar Ouahbi dalam sesi konvensi pers pascalaga saat ditanya mengenai kondisi psikologis sang kapten, seperti dilansir ESPN.

"Dia melakukan tugasnya dengan baik, jadi kenapa kita kudu repot bicara soal manajemen mental? Dia bangun pagi, makan seperti biasa, sangat fokus, dan mau bermain kuat. Itulah nan dia tunjukkan," tambah sang pelatih.

"Ada 44 juta rakyat Maroko nan mendukung kami, dan kami berambisi dia terus membuktikan diri sebagai bek sayap terbaik di dunia," tutur dia.

Sebagai informasi, kasus norma ini bermulai pada Maret 2023 ketika seorang wanita berumur 24 tahun melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa oleh Hakimi di kediaman sang pemain di pinggiran kota Paris. Hakimi sendiri secara konsisten membantah keras tuduhan tersebut.

Merespons putusan terbaru pengadilan, Rachel-Flore Pardo selaku pengacara korban menyatakan rasa leganya setelah proses norma nan melangkah panjang.

"Setelah pengguna saya difitnah dan disudutkan oleh pihak pembela Hakimi, keputusan ini membawa rasa lega dan angan baru," ujarnya.

Di sisi lain, Hakimi mencurahkan isi hatinya melalui sebuah unggahan di akun X (Twitter) pribadinya pada hari Jumat (19/6). Ia merasa kasus ini dipaksakan bersambung hanya lantaran statusnya sebagai figur publik nan terkenal.

"Jika saya bukan orang terkenal, kasus ini pasti sudah digugurkan. Terkadang saya merasa telah menjadi sasaran nan mudah," tulis Hakimi.

Ia juga menambahkan bahwa pusaran kasus ini telah sangat merugikan nama baiknya, keluarganya, dan nan terpenting, kebenaran itu sendiri. Hingga saat ini, otoritas norma Prancis belum merilis agenda resmi kapan persidangan perdana mantan pemain Real Madrid dan Inter Milan tersebut bakal digelar.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/wiw)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-sport