Jurus Andalan Bikin Rupiah Tahan Banting Lawan Dolar As

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi relatif stabil dan condong menguat. Hal ini sejalan dengan langkah-langkah Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat. Langkah ini menyusul meningkatnya ketidakpastian pasar finansial global.

"Bank Indonesia meningkatkan intensitas intervensi kurs asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri, offshore NDF (Non-Deliverable Forward) maupun transaksi spot dan domestic non-delivery forward (DNDF) di pasar dalam negeri," ujar Perry dalam konvensi pers virtual, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Perry mengatakan, struktur suku kembang instrumen moneter ikut diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing. BI juga memperkuat kebijakan transaksi kurs asing dengan penyesuaian threshold (ambang batas).

"Bank Indonesia memperkuat kebijakan transaksi kurs asing dengan tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual di NDF alias forward, peningkatan threshold beli dan jual Swap nan bertindak mulai April 2026," terang Perry.

Berdasarkan info per 21 April 2026, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp 17.140 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,87% (point to point) dibandingkan posisi akhir Maret 2026. Kendati melemah, nilai tukar rupiah diyakini ke depan relatif stabil dan condong menguat.

"Ke depan Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah bakal stabil dan condong menguat didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil nan menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia nan tetap baik," jelas Perry.

(rea/hns)

Sumber finance