Jumlah Asn Tembus 9.000 Orang, Bupati Desak Korpri Kotim Berbisnis Sawit

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor, mendorong pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) setempat untuk menghidupkan kembali koperasi organisasi.

Langkah ini, dinilai strategis sebagai motor penggerak ekonomi nan bisa mendongkrak kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Halikinnor, jumlah ASN di Kotim nan menembus nomor 9.000 orang merupakan pasar sekaligus potensi ekonomi raksasa nan selama ini belum tergarap optimal.

Jika dikelola profesional, koperasi diyakini bisa menjadi sumber pendapatan berdikari nan menjanjikan bagi organisasi maupun anggotanya.

“Saya kembali mengingatkan Sekda selaku Ketua Korpri agar menghidupkan lagi Koperasi Korpri. Jangan sampai organisasi kita ini hidup segan meninggal tak mau. Dengan jumlah ASN sekitar 9.000 orang, ini adalah kekuatan ekonomi nan sangat besar,” tegas Halikinnor, Senin (22/6).

Dia membikin simulasi sederhana, jika setiap ASN membelanjakan kebutuhan bulanan minimal Rp200 ribu saja melalui koperasi, perputaran biaya nan tercipta bakal menghasilkan untung besar.

Keuntungan tersebut dapat dikembalikan untuk memperkuat program kerja dan kesejahteraan anggota. Untuk memulainya, Halikinnor mengusulkan, agar aktivitas unit upaya tersebut kembali dipusatkan di area Jalan Ahmad Yani Sampit, agar mudah diakses sebagai sentra aktivitas ekonomi anggota.

Electronic money exchangers listing

Bupati menilai, selama ini Korpri terlalu berjuntai pada iuran wajib personil nan nominalnya terbatas. Akibatnya, organisasi kerap kesulitan menopang beragam agenda besar secara mandiri.

“Kalau hanya mengandalkan iuran tentu tidak bakal pernah cukup. Korpri kudu berani menembus unit upaya nan lebih produktif agar organisasi bisa mandiri,” cetusnya.

Tak tanggung-tanggung, selain sektor retail koperasi, Halikinnor juga membidik kesempatan gurih di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia menyarankan Korpri Kotim masuk ke lini upaya pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Bisnis komoditas ini, dinilai mempunyai prospek untung nan sangat terukur jika dikelola secara ahli dengan support permodalan nan kuat. Bahkan, dia mengalkulasi, upaya ini berpotensi meraup keuntungan Rp200 juta hingga Rp300 juta setiap bulan, dengan perkiraan su tikan modal awal sekitar Rp5 miliar melalui akomodasi pembiayaan Bank Kalteng.

Nantinya, untung jumbo tersebut, dapat dialokasikan untuk membiayai operasional organisasi, mulai dari penambahan duit saku kafilah alias atlet, ongkos keikutsertaan agenda tingkat provinsi dan nasional, hingga pembinaan internal anggota.

“Jika kesempatan emas ini dieksekusi dengan baik, hasilnya bakal kembali ke kantong anggota. Korpri bakal jauh lebih berdikari dan kesejahteraan ASN di Kotim otomatis ikut terkerek naik,” pungkasnya. (bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor, mendorong pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) setempat untuk menghidupkan kembali koperasi organisasi.

Langkah ini, dinilai strategis sebagai motor penggerak ekonomi nan bisa mendongkrak kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Halikinnor, jumlah ASN di Kotim nan menembus nomor 9.000 orang merupakan pasar sekaligus potensi ekonomi raksasa nan selama ini belum tergarap optimal.

Electronic money exchangers listing

Jika dikelola profesional, koperasi diyakini bisa menjadi sumber pendapatan berdikari nan menjanjikan bagi organisasi maupun anggotanya.

“Saya kembali mengingatkan Sekda selaku Ketua Korpri agar menghidupkan lagi Koperasi Korpri. Jangan sampai organisasi kita ini hidup segan meninggal tak mau. Dengan jumlah ASN sekitar 9.000 orang, ini adalah kekuatan ekonomi nan sangat besar,” tegas Halikinnor, Senin (22/6).

Dia membikin simulasi sederhana, jika setiap ASN membelanjakan kebutuhan bulanan minimal Rp200 ribu saja melalui koperasi, perputaran biaya nan tercipta bakal menghasilkan untung besar.

Keuntungan tersebut dapat dikembalikan untuk memperkuat program kerja dan kesejahteraan anggota. Untuk memulainya, Halikinnor mengusulkan, agar aktivitas unit upaya tersebut kembali dipusatkan di area Jalan Ahmad Yani Sampit, agar mudah diakses sebagai sentra aktivitas ekonomi anggota.

Bupati menilai, selama ini Korpri terlalu berjuntai pada iuran wajib personil nan nominalnya terbatas. Akibatnya, organisasi kerap kesulitan menopang beragam agenda besar secara mandiri.

“Kalau hanya mengandalkan iuran tentu tidak bakal pernah cukup. Korpri kudu berani menembus unit upaya nan lebih produktif agar organisasi bisa mandiri,” cetusnya.

Tak tanggung-tanggung, selain sektor retail koperasi, Halikinnor juga membidik kesempatan gurih di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia menyarankan Korpri Kotim masuk ke lini upaya pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Bisnis komoditas ini, dinilai mempunyai prospek untung nan sangat terukur jika dikelola secara ahli dengan support permodalan nan kuat. Bahkan, dia mengalkulasi, upaya ini berpotensi meraup keuntungan Rp200 juta hingga Rp300 juta setiap bulan, dengan perkiraan su tikan modal awal sekitar Rp5 miliar melalui akomodasi pembiayaan Bank Kalteng.

Nantinya, untung jumbo tersebut, dapat dialokasikan untuk membiayai operasional organisasi, mulai dari penambahan duit saku kafilah alias atlet, ongkos keikutsertaan agenda tingkat provinsi dan nasional, hingga pembinaan internal anggota.

“Jika kesempatan emas ini dieksekusi dengan baik, hasilnya bakal kembali ke kantong anggota. Korpri bakal jauh lebih berdikari dan kesejahteraan ASN di Kotim otomatis ikut terkerek naik,” pungkasnya. (bah/kpg)

Sumber prokalteng