Jakarta, CNN Indonesia --
Israel dilaporkan terkejut mendengar keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump nan menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan setelah bertempur sejak 28 Februari pada Rabu (8/4).
Hingga sekarang belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel mengenai gencatan senjata tersebut. Namun, seorang pejabat Israel nan tidak disebutkan namanya mengatakan dari perspektif pandang mereka bahwa perkembangan situasi ini merupakan "kejutan total".
Sebab, beberapa jam sebelum mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, Trump juga tetap melayangkan ultimatum dan ancaman terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS juga mulai melancarkan serangan terbaru ke Pulau KhargIran nan menjadi sasaran serangan Negeri Paman Sam. Israel pun tetap membombardir sejumlah titik di Iran.
Dikutip Al Jazeera, pejabat Israel itu juga mengeklaim AS memberikan pemberitahuan mendadak mengenai kesepakatan gencatan senjata ini.
Dengan perkembangan situasi terbaru, Israel diperkirakan bakal bekerja keras mengubah pikiran AS untuk menyerang Iran lagi dan membatalkan gencatan senjata.
Al Jazeera juga melaporkan bakal ada banyak upaya di kembali layar dari Israel untuk mendorong perubahan sikap AS agar menggagalkan kesepakatan gencatan senjata ini.
Untuk saat ini, Israel kemungkinan tetap menimbang-nimbangposisi mereka dalam situasi ini, termasuk apakah mereka dapat menolak gencatan senjata jika AS-Iran betul-betul sepakat.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·