Israel Paksa Warga Palestina Bongkar Makam Keluarga Di Tepi Barat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Israel meminta paksa penduduk Palestina di Tepi Barat untuk membongkar paksa makam family mereka.

Pembongkaran itu diminta dengan argumen terlalu dekat dengan permukiman Israel di Sa-Nur nan baru didirikan kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Middle East Eye (MEE) melaporkan penduduk Israel ramai-ramai mendesak family Hussein Asasa membongkar makam mendiang, beberapa saat setelah jenazah dikuburkan.

Desakan itu disampaikan setelah family protes memandang penduduk Israel menggali kuburan Asasa.

Mulanya, sejumlah penduduk Israel kedapatan menggali makam sehingga memicu konfrontasi dengan penduduk Palestina di area. Padahal, penduduk Palestina telah mendapat izin dari otoritas Israel untuk menguburkan jenazah family mereka di sana.

Melihat bentrok ini, militer Israel bukannya melerai tapi justru mendesak penduduk Palestina membongkar makam family mereka sendiri.

Militer Negeri Zionis meminta agar makam dipindahkan ke tempat lain nan berada jauh dari Sa-Nur dan di bawah pengawasan militer.

Kepala Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Ajith Sunghay mengecam tindakan pembongkaran makam ini.

"Ini mengerikan dan merupakan lambang dehumanisasi penduduk Palestina nan kita saksikan terjadi di seluruh wilayah pendudukan Palestina," kata Sunghay.

"Tidak ada nan luput dari perlakuan ini, baik nan hidup maupun nan telah meninggal," lanjutnya.

Kekerasan terhadap penduduk Palestina telah terjadi sejak Israel menduduki Tepi Barat. Namun, tindakan ini meningkat setelah agresi Israel di Jalur Gaza diluncurkan pada 2023.

Para pemukim Israel di Tepi Barat nyaris setiap hari melakukan kekerasan terhadap penduduk Palestina. Kekerasan ini termasuk vandalisme, pembakaran, pengusiran paksa, penyerangan fisik, hingga terkadang melibatkan senjata api.

Bulan lalu, sejumlah pemukim Israel menembak meninggal dua penduduk Palestina, salah satunya remaja, dalam serangan di sebuah sekolah di timur laut Ramallah.

Menurut Komisi Penanggulangan Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Otoritas Palestina, sedikitnya 50 penduduk Palestina tewas dibunuh penduduk Israel sejak Oktober 2023.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional