Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Yahudi Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina, dan mengibarkan bendera Israel hingga beribadah di situs suci ketiga umat Islam itu, Selasa (21/4).
Para pemukim dari aktivitas ekstremis Yahudi Temple Mount ini memasuki area masjid di bawah perlindungan pasukan Israel. Tindakan provokatif ini dilakukan mereka di hari nan oleh Israel disebut sebagai "Hari Kemerdekaan".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambar nan beredar di media sosial menunjukkan para pemukim Israel apalagi sempat berpose di depan Dome of the Rock, serta melakukan ritual di halaman-halaman masjid.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem mengecam penyerbuan terbaru ke Al Aqsa sebagai serangan langsung terhadap kesucian masjid. Mereka apalagi mengecap Israel berupaya "meng-Yahudikan" kompleks dari masjid nan pernah menjadi kiblat dari umat Muslim tersebut.
Dikutip New Arab, secara terpisah, otoritas setempat juga melaporkan Masjid Al Aqsa sempat tidak mengumandangkan azan salat Isya pada Senin malam. Ini bertepatan dengan bunyi sirene peringatan "Hari Memorial" Israel bagi tentara mereka nan tewas.
Penghentian azan saat Israel memperingati Hari Memorial ini merupakan kejadian tahunan nan biasanya berjalan ketika otoritas Zionis itu menggelar upacara di Western Wall Plaza.
Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menganggap tindakan pemukim Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap status quo nan telah bertindak sejak lama di Masjid Al Aqsa.
Kecaman lainnya juga datang dari Pakistan, Qatar, hingga Mesir, dan Yordania.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir "mengecam keras penyerbuan ke Masjid Al Aqsa nan diberkahi oleh para pemukim di bawah perlindungan polisi Israel, serta pengibaran bendera pendudukan Israel di halaman-halamannya".
Mesir menyebut kejadian tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap norma internasional dan norma humaniter internasional, provokasi nan tidak dapat diterima terhadap emosi umat Muslim di seluruh dunia, serta eskalasi nan berisiko memicu ketegangan dan merusak upaya meredakan situasi serta memulihkan stabilitas.
Dilansir Middle East Monitor, Mesir juga menegaskan penolakan penuh terhadap segala upaya untuk mengubah status quo dan norma nan bertindak di Yerusalem beserta situs-situs suci Islam dan Kristen di kota tersebut.
Di tempat lain, gambar nan dibagikan melalui Telegram oleh wartawan Israel Amit Segal menunjukkan pasukan Israel mengibarkan bendera di wilayah lain nan diduduki Israel, termasuk Gaza dan Lebanon selatan.
Salah satu video memperlihatkan tentara Israel melambaikan bendera dan memberi hormat di tengah reruntuhan nan tampak seperti sebuah desa di Lebanon.
"Prajurit kami menyanyikan Hatikvah di suatu tempat di Lebanon," tulis Segal.
Foto lain menunjukkan Rumah Sakit Indonesia di Jabalia, Gaza, juga tak luput dari sasaran ulah pasukan Israel. Pasukan Israel membentangkan bendera di bagian atas gedung disertai quote berkata Ibrani dari Taurat.
"Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa betina, dan menegakkan dirinya seperti singa," demikian bunyi tulisan pada bendera tersebut.
Rumah Sakit Indonesia, salah satu pusat medis terbesar di Gaza, telah berulang kali menjadi sasaran pasukan Israel sejak agresi brutalnya ke Gaza pecah. Pada Juli 2025, Israel mengebom rumah kepala rumah sakit tersebut, Marwan al-Sultan, menewaskan dirinya berbareng istri, anak-anak perempuan, dan menantunya.
"Hari Kemerdekaan" Israel merupakan salah satu peringatan kenegaraan paling menonjol di negara itu, nan kerap digunakan untuk menampilkan tokoh-tokoh nan dianggap mewakili nilai dan pencapaian nasional.
Hari libur Israel itu bertepatan dengan peringatan rakyat Palestina atas Nakba, ialah pengusiran secara paksa ratusan ribu penduduk Palestina dari tanah mereka oleh milisi Zionis ketika Israel didirikan pada 1948.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·