Iran Tangkap Dua Warga Asing Terkait Perangkat Starlink

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Otoritas Iran telah menangkap dua penduduk negara asing atas tuduhan mengenai impor perangkat Starlink. Hal itu diungkap media Iran berasas keterangan dari seorang jaksa setempat. Tidak disebutkan mereka berasal dari negara mana.

Menurut instansi buletin Iran Tasnim, para tersangka nan ditangkap di kota Jolfa, Provinsi Azerbaijan Timur, terlibat dalam impor peralatan internet satelit dan ditangkap oleh pasukan keamanan.

Dikutip detikINET dari Reuters, laporan itu menyebut bahwa keduanya merupakan bagian dari jaringan nan dituduh melakukan kerja sama intelijen dengan kelompok-kelompok nan berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua penduduk negara Iran juga ditangkap sehubungan dengan kasus ini. Satu orang di antaranya ditangkap lantaran berupaya mengirimkan info ke jaringan satelit musuh, sementara satu orang lainnya diduga terlibat dalam aktivitas intelijen.

Iran telah memberlakukan pemutusan internet total dan mengisolasi negara itu secara digital dari bumi luar sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Demi mendapatkan akses internet, sebagian penduduk Iran berupaya mengakali pembatasan dengan beranjak menggunakan terminal Starlink milik perusahaan Elon Musk, SpaceX, nan terhubung ke internet melalui jaringan satelit. Namun tindakan itu merupakan tindak pidana di Iran dan dapat diancam dengan balasan penjara.

Berdasarkan norma Iran, mereka nan terbukti bersalah atas penggunaan, pengangkutan, pembelian, alias penjualan perangkat komunikasi internet elektronik seperti Starlink untuk mengakses konten terlarang, dapat dipenjara hingga dua tahun.

Starlink milik Elon Musk sempat menjadi 'urat nadi' komunikasi bagi sebagian pengunjuk rasa di Iran, namun Teheran kemudian mengerahkan perangkat pengacak GPS tingkat militer untuk mencegah penduduk mengakses alias menyebarkan informasi.

Terminal Starlink menggunakan sinyal GPS untuk menentukan letak dan terhubung dengan satelit. Iran mengacak sinyal-sinyal ini untuk memutus akses tersebut.


(fyk/afr)


Sumber detik-inet