Jakarta, CNN Indonesia --
Meski kondisi perang dengan Amerika Serikat dan Israel tetap berkecamuk, tapi pemerintah Iran bakal berangkatkan 30 ribu jemaah haji.
Para jemaah haji Iran bakal menggunakan jalur darat dan udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap memberangkatkan jamaah Iran ke Tanah Wahyu berasas perjanjian nan telah disepakati, sesuai dengan kondisi nan ada dan setelah mendapat persetujuan dari otoritas di negara kami," ujar Wakil Bidang Haji dan Umrah Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Akbar Rezaei, Senin (20/4) dilansir dari laman Abna.
Jumlah jemaah nan bakal berangkat berkurang banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lampau misalnya, Iran memberangkatkan sekitar 76.000 hingga 87.550 jemaah.
Tahun lalu, Iran masuk ke dalam 10 negara dengan kuota haji terbanyak di bumi berasas info dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).
Bahkan penyelenggaraan ibadah haji Iran termasuk salah satu nan terbaik di dunia. Hal itu pernah disampaikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Herry Jogaswara saat obrolan dengan perwakilan Iran tahun 2023 lalu.
"Saya juga mendengar bahwa Iran merupakan salah satu negara nan terbaik dalam mengangani ibadah haji di Timur Tengah. Ini merupakan sebuah kesempatan nan bagus untuk mempelajari tentang pengalaman dari Iran dalam menangani ibadah Haji," kata Herry dalam obrolan Pengalaman Organisasi Haji Iran dalam Merawat Turats' nan digelar OR IPSH berbareng Islamic Cultur Center (ICC) Jakarta, pada 2023, di Kantor BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·