Jakarta, CNN Indonesia --
Iran dan Oman disebut bakal membahas biaya nan dikenakan untuk layanan nan diberikan dalam pengelolaan di Selat Hormuz.
Iran berulang kali menegaskan bakal mengenakan biaya jasa maritim untuk melintasi selat tersebut, sebagai pengganti "biaya tol".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan berbareng pada Selasa (23/6), Iran dan Oman kembali menekankan kewenangan kedaulatan atas perairan teritorial mereka.
Namun Menteri Luar Negeri Oman dalam unggahan di X menyatakan kedua belah pihak berkomitmen untuk "lintasan kondusif tanpa tol".
"Mereka sepakat untuk mempertahankan perbincangan mereka tentang masalah ini melalui kerja sama berbareng antara kedua kementerian luar negeri," demikian pernyataan tersebut.
Kelompok kerja itu disebut bermaksud untuk mencapai kesepakatan tentang pengelolaan navigasi di Selat Hormuz di masa depan, dan jasa nan bakal diberikan, dan biaya nan mengenai sesuai dengan standar internasional.
Pernyataan ini muncul menyusul pertemuan di Muscat antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq dan Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi.
Pekan lalu, Kemlu Iran menegaskan bakal memberlakukan biaya jasa maritim untuk melintasi selat tersebut. Ghalibat mengatakan biaya itu bakal bertindak setelah periode 60 hari negosiasi nan diatur dalam Nota Kesepahaman nan ditandatangani dengan AS.
Sebelum nota kesepahaman, Oman telah mendapat kecaman dari pejabat AS atas laporan bahwa mereka berencana untuk mengenakan biaya tol berbareng dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump menakut-nakuti bahwa jika Oman mencoba mengendalikan jalur air tersebut berbareng Iran, dia bakal "meledakkan mereka".
(dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·