Iran Akhirnya Beri Izin Kapal Malaysia Lewat Hormuz Gratis, Ri Gimana?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran akhirnya mengizinkan kapal Malaysia transit di Selat Hormuz tanpa biaya di tengah penutupan rute tersebut oleh Teheran imbas serangan Amerika Serikat-Israel sejak 28 Februari lalu.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan kapal-kapal Negeri Jiran tidak bakal dikenakan biaya tambahan untuk melewati Selat Hormuz.

"Dubes Iran telah mengatakan tidak ada biaya nan dikenakan terhadap kapal-kapal China," ucap Anthony seperti dikutip The Straits Times pada Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita (Malaysia-Iran) bersahabat. Kami mempunyai hubungan nan baik dengan pemerintah Iran," paparnya menambahkan.

Duta Besar Iran Mohammadi Valiollah Nasrabadi menyampaikan info tersebut saat wawancara dengan media lokal Malaysia, New Straits Times, Senin (26/3).

"Kami menerima info dari Menteri Luar Negeri Malaysia sejumlah kapal Malaysia ada di Teluk Persia dan mau melintas," kata dia

Pemerintah Iran, lanjut Nasrabadi, sudah mempertimbangkannya, dan kemungkinan besar kapal-kapal Malaysia bakal melintas.

"Itu bukan masalah, sebagai negara sahabat Malaysia, dan negara-negara sahabat bisa melewati selat," ungkap dia.

Nasrabadi juga merespons saat ditanya apakah kapal Malaysia bakal bebas biaya saat melintasi alias transit di Selat Hormuz.

[Gambas:Video CNN]

"Tentu (bebas biaya). Kami tidak bakal mengenai biaya," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan Selat Hormuz bukan ditutup tetapi dibatasi untuk beberapa bukan semua negara.

"Jika Anda menyerang Iran, Anda tak bisa memakai selat ini. Tapi, kita tidak menutup," imbuh Dubes Iran ini.

Setidaknya ada tujuh kapal Malaysia nan dijadwalkan melewati selat tersebut. Namun, mereka tertahan imbas gejolak di area tersebut.

Bagaimana nasib kapal RI?

Sementara itu, dua kapal Pertamina, Pride dan Gamsunoro, tetap berada di Teluk Arab alias Teluk Persia.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk menyiapkan teknis perlintasan di Selat Hormuz.

Vega juga menekankan kru dan awak kapal sejauh ini terpantau dalam keadaan aman.

"PIS berbareng dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal ialah Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangan resmi pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl menyampaikan perkembangan berasas koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina.

"Terdapat pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata Nabyl.

"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut," imbuh dia.

Nabyl juga mengatakan Kemlu dan KBRI Tehran bakal terus koordinasi dengan semua pihak mengenai dalam upaya memastikan pelintasan secara kondusif kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi sorotan bumi sejak AS-Israel menggempur habis-habisan Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel dan aset AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz untuk menekan musuhnya dan negara nan dianggap berafiliasi.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional