Ilmuwan Ungkap Struktur Raksasa Yang Sembunyi Di Balik Bima Sakti

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Para astronom akhirnya sukses memetakan "supergugus" galaksi misterius nan nyaris sepenuhnya tersembunyi dari Bumi sejak ditemukan 10 tahun lalu. Hasilnya mengungkap bahwa struktur tersebut jauh lebih besar dan sekarang menempati ranking di antara objek-objek paling masif alam semesta nan diketahui.

Supergugus Vela (Vela Supercluster) adalah kumpulan dari setidaknya 20 gugus galaksi, masing-masing berisi ratusan alias ribuan galaksi. Semuanya terikat secara gravitasi menjadi satu kesatuan. Terlepas dari ukurannya nan sangat besar, supergugus ini baru ditemukan tahun 2016 lantaran lokasinya.

Dikutip detikINET dari Live Science, dia terletak sekitar 800 juta tahun sinar dari Bumi di wilayah nan disebut "Zone of Avoidance" (Zona Penghindaran), ialah bagian langit malam tempat kita memandang Bima Sakti, nan sangat penuh dengan bintang dan debu sehingga nyaris mustahil memandang apa pun di belakangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supergugus ini awalnya dijuluki "Terra incognita," nan berfaedah "tanah tak dikenal" dalam bahasa Latin. Tempat persembunyian kosmiknya mencegah para peneliti untuk menentukan ukuran aslinya.

Namun dalam studi baru, peneliti secara garis besar memetakan Supergugus Vela dengan mengukur pergerakan galaksi di dalam dan di sekitar tepi kawanan galaksi tersebut.

Temuan mereka mengungkap struktur tersebut membentang sekitar 300 juta tahun sinar alias sekitar 3.000 kali lebih lebar dari Bima Sakti dan mengandung sejumlah besar materi nan setara dengan sekitar 30 kuadriliun Matahari. Peta baru ini juga menunjukkan sebagian besar massa terdistribusi ke dalam dua inti nan saling bergerak mendekati satu sama lain.

Supergugus Vela sekarang menempati ranking lebih masif daripada Laniakea, supergugus nan menampung Bumi dan seluruh galaksi kita, dan berada "tipis di posisi kedua" setelah Supergugus Shapley, nan secara luas dianggap sebagai supergugus galaksi terbesar.

Para peneliti juga memberi supergugus tersebut julukan baru Vela-Banzi, nan berfaedah "mengungkap secara luas" dalam bahasa Xhosa nan digunakan oleh masyarakat budaya di Afrika Selatan, tempat sebagian besar teleskop nan digunakan dalam penelitian ini berada.

Zona Penghindaran telah lama membikin frustrasi astronom nan mau mengetahui apa nan ada di kembali piringan tebal bintang, gas, dan debu Bima Sakti, nan menutupi hingga 20% langit malam nan terlihat.

"Jutaan/miliaran bintang nan membentuk piringan tersebut sangat padat dan sangat dekat dengan bagian galaksi sehingga kita tak dapat dengan mudah menembusnya," tulis rekan penulis studi ReneeKraan-Korteweg, astronom di Universitas Cape Town nan berspesialisasi dalam Zona Penghindaran.


(fyk/fay)


Sumber detik-inet