Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus meninggalnya seorang master nan tengah menjalani program internship. Dokter tersebut dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Jumat, pasca bekerja di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal.
Ketua Umum IKA FK Unsri Achmad Junaidi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pusat untuk memastikan penyebab kematian sejawatnya tersebut diusut secara tuntas.
Achmad Junaidi menjelaskan bahwa langkah pelaporan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan hasil kesepakatan internal organisasi guna memastikan transparansi proses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan nan bakal melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa," ujar Junaidi dalam keterangannya dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/5/2026).
Meskipun kewenangan penuh berada pada Kemenkes selaku penanggung jawab program internship, IKA FK Unsri memastikan bakal terus memantau setiap tahapan hingga hasil akhir keluar.
Isu Dugaan Penyakit dan Perundungan
Saat ditanya mengenai penyebab kematian, pihak IKA FK Unsri belum bisa memberikan pernyataan medis secara spesifik lantaran tidak terlibat langsung dalam penanganan di rumah sakit. Namun, info sementara nan beredar menyebut adanya dugaan masalah kesehatan pada organ pernapasan.
"Kalau penyebabnya silakan ditanyakan ke master nan merawat. Informasinya ada dugaan jangkitan paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis lantaran tidak menangani langsung," jelasnya.
Pihaknya juga bakal mendalami adanya rumor lain nan berkembang di lingkungan kerja, termasuk dugaan tindakan perundungan (bullying). Hal ini menjadi bagian krusial dalam investigasi menyeluruh untuk mengevaluasi lingkungan kerja master muda di rumah sakit.
"Kami siap mengawal sampai selesai. Namun lantaran program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, maka mereka nan bakal melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya," kata Junaidi.
Respons Kemenkes
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Dr Azhar Jaya, mengaku sudah mendapatkan info mengenai meninggalnya master tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa nan berkepentingan sebelumnya memang tengah menjalani perawatan lantaran sakit sebelum dikabarkan meninggal dunia.
"Pasien sebelumnya sudah dirawat tapi kondisi memburuk dan akhirnya meninggal," jelas laki-laki nan berkawan disapa Pak Aco tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (1/5).
Terkait desas-desus mengenai adanya beban jam kerja nan tidak wajar hingga dugaan perundungan (bullying), Dr Azhar Jaya menyatakan pihak Kemenkes sangat terbuka untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan bakal menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.
"(Soal berita bullying) ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal hukuman kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana," lanjutnya.
(kna/up)
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·