Jakarta -
Smartphone dengan baterai besar biasanya identik dengan bodi tebal dan berat. Namun sekarang mulai bermunculan perangkat dengan kapabilitas jumbo hingga 8.000 mAh nan tetap tampil ramping.
Hal ini tentu memunculkan pertanyaan: gimana bisa kapabilitas besar tidak berbanding lurus dengan ketebalan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisva Angnieszca, Public Relations Lead Realme Indonesia mengungkap kuncinya ada pada teknologi kreasi baterai nan semakin canggih, salah satunya adalah teknologi stacking. Dengan metode ini, komponen baterai tidak lagi disusun secara konvensional nan melebar, melainkan ditata berlapis dan lebih rapat.
"Hasilnya, kepadatan daya meningkat sehingga lebih banyak daya bisa dimasukkan ke dalam ruang nan sama. Pendekatan ini membikin ruang di dalam perangkat bisa dimanfaatkan secara maksimal tanpa kudu menambah dimensi bodi," jelas Krisva saat sesi media handson Realme C100 di Jakarta.
Realme C100 Foto: Adi FR/detikINET
Selain itu, efisiensi ruang di dalam smartphone juga mengalami banyak peningkatan. Produsen sekarang menata ulang komponen internal seperti motherboard agar lebih ringkas, menggunakan komponen nan lebih mini dan terintegrasi, serta mengurangi ruang kosong nan sebelumnya tidak termanfaatkan. Dengan begitu, porsi ruang untuk baterai bisa diperbesar tanpa mengorbankan kreasi keseluruhan.
Jika dibandingkan dengan powerbank, kapabilitas besar seperti 8.000 mAh memang bukan perihal baru. Namun pendekatan desainnya berbeda. Powerbank umumnya hanya berfokus pada kapabilitas sehingga bentuknya condong lebih tebal dan kurang memperhatikan ergonomi.
Sementara smartphone kudu menjaga keseimbangan antara kapasitas, desain, dan kenyamanan saat digunakan. Itulah sebabnya, meski kapasitasnya besar, smartphone tetap dituntut agar tipis dan nyaman digenggam.
Perbandingan 3 unit Realme C100 vs Powerbank 20.000 mAh Foto: Adi FR/detikINET
Sebagai perbandingan, kebanyakan smartphone saat ini tetap berada di kisaran 5.000 hingga 6.000 mAh. Dengan ketebalan nan sama, Realme C100 bisa membawa baterai kapabilitas 8.000 mAh, pengguna bisa mendapatkan daya tahan nan jauh lebih panjang, terutama untuk penggunaan intensif seperti gaming, streaming, alias navigasi.
Perbandingan lainnya, tiga unit Realme C100 setara dengan bodi powerbank 20.000 mAh. Artinya pengguna bisa mendapatkan tambahan dayanya itu 4.000 mAh dari ketiga ponsel tersebut.
"Dan meskipun ditumpuk, ketebalannya itu tetap tetap 15.9% lebih tipis dibandingkan dengan powerbank nan 20.000 mAh," ucap Kriva.
Lanjut disampaikan Krisva, pendekatan nan dilakukan Realme merupakan bagian dari upaya mereka menjawab kebutuhan pengguna nan semakin berjuntai pada smartphone.
Realme C100 Foto: Adi FR/detikINET
"Kami memandang kebutuhan pengguna saat ini sudah masuk ke era heavy usage, di mana daya tahan baterai menjadi aspek krusial. Melalui penemuan seperti teknologi stacking dan efisiensi ruang, kami mau menghadirkan kapabilitas besar tanpa mengorbankan kreasi nan tetap tipis dan nyaman digunakan," ujarnya.
"Jadi, Realme C100 itu nggak hanya hanya bertenaga, tapi juga tetap bisa ramping," pungkas Krisva.
(afr/afr)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·