Hati-hati, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Berisiko Picu Kanker

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 19 Jun 2026 19:30 WIB

Kebiasaan sehari-hari nan berisiko picu kanker. Ilustrasi. Ada kebiasaan sehari-hari nan berisiko picu kanker. (PDPics/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker tidak selalu muncul hanya lantaran satu faktor. Banyak aspek nan ikut berperan, mulai dari genetik, usia, lingkungan, sampai style hidup sehari-hari.

Beberapa kebiasaan nan terlihat sepele juga bisa ikut meningkatkan akibat kanker jika dilakukan berulang dalam jangka panjang. Studi dari A Cancer Journal for Clinicians menemukan, sekitar 40 persen kasus kanker dan nyaris separuh kematian akibat kanker pada orang dewasa usia 30 tahun ke atas di Amerika Serikat berangkaian dengan kebiasaan dan kondisi nan tetap bisa diubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut tujuh kebiasaan sepele nan bisa meningkatkan akibat kanker dan perlu Anda hindari.

1. Sering makan daging olahan

Sosis, kornet, nugget, alias daging asap memang praktis lantaran mudah dimasak dan punya rasa nan kuat. Tapi, daging olahan seperti ini sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.

Mengutip International Agency for Research on Cancer (IARC), daging olahan diklasifikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia. Konsumsi daging olahan terbukti berangkaian dengan kanker kolorektal, sementara kaitannya dengan kanker lambung juga terlihat meski belum bisa disimpulkan secara pasti.

2. Duduk terlalu lama dan kurang gerak

Duduk lama di depan laptop, rebahan berjam-jam, alias jarang bergerak sering terasa biasa saja. Masalahnya, tubuh butuh aktivitas bentuk agar metabolisme, berat badan dan sistem tubuh lain tetap bekerja lebih baik.

Studi dari European Journal of Epidemiology menemukan, kebiasaan terlalu sering duduk dan malas bergerak bisa berangkaian dengan peningkatan akibat beberapa kanker, seperti kanker usus besar, payudara, prostat, hingga rektum.

3. Sering terpapar asap rokok

Tidak merokok bukan berfaedah otomatis bebas dari akibat asap rokok. Paparan asap rokok orang lain juga tetap berbahaya, terutama jika terjadi terus-menerus di rumah, kendaraan, tempat kerja, alias ruang publik.CDC menyebut, nyaris 9 dari 10 kematian akibat kanker paru berangkaian dengan merokok alias paparan asap rokok orang lain.

4. Jarang pakai pelindung matahari

Paparan mentari sering dianggap biasa, apalagi di negara tropis. Padahal, paparan sinar ultraviolet alias UV dalam jangka panjang bisa merusak kulit dan meningkatkan akibat kanker kulit. Satu dari tiga kanker nan didiagnosis adalah kanker kulit, dengan paparan radiasi UV sebagai salah satu aspek utama.

5. Mengabaikan berat badan berlebih

Berat badan berlebih sering hanya dikaitkan dengan penampilan alias nomor di timbangan. Padahal, kelebihan berat badan juga berangkaian dengan akibat sejumlah penyakit, termasuk beberapa jenis kanker.

Kelebihan berat badan dan obesitas berangkaian dengan peningkatan akibat setidaknya 13 jenis kanker. Bahkan di Amerika Serikat, kanker nan berangkaian dengan obesitas mencakup sekitar 40 persen dari seluruh kanker nan didiagnosis setiap tahunnya.

6. Mengabaikan vaksin HPV dan skrining

Infeksi Human papillomavirus alias HPV sering tidak bergejala. Karena tidak terasa sakit, banyak orang tidak sadar bahwa jangkitan ini bisa menetap dan menjadi akibat kanker tertentu.

WHO menyebut, jangkitan HPV akibat tinggi nan menetap merupakan penyebab kanker serviks. HPV juga berangkaian dengan kanker vulva, vagina, mulut dan tenggorokan, penis, serta anus.

7. Terpapar polusi udara setiap hari

Polusi udara sering tidak bisa sepenuhnya dihindari, terutama bagi nan tinggal alias bekerja di kota besar. Tapi, paparan polusi dalam jangka panjang tetap perlu diwaspadai.

Paparan polusi udara luar ruangan terbukti menyebabkan kanker paru dan juga dikaitkan dengan peningkatan akibat kanker kandung kemih.

Kebiasaan-kebiasaan di atas bukan berfaedah langsung membikin seseorang terkena kanker. Risiko kanker biasanya terbentuk dari banyak aspek nan saling berjumpa dalam waktu panjang. Langkah mini nan dilakukan konsisten bisa membantu tubuh punya kesempatan lebih baik untuk tetap sehat dalam jangka panjang.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle