PALANGKA RAYA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun akibat penyesuaian sistem ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini, nilai komoditas jagoan tersebut dilaporkan kembali berada pada level normal.
Anggota DPRD Kalteng, Sugiyarto, menyatakan bahwa nilai TBS di sejumlah wilayah saat ini sudah bergerak naik dan mencapai kisaran Rp3.100 per kilogram.
“Kemarin sudah 3.100, Menteri Pertanian juga sudah menyampaikan PKS kudu membeli nilai sesuai dengan kondisi lapangan, tidak boleh diturunkan,” ujar Sugiyarto, Selasa, 9 Juni 2026.
Mantan Wakil Bupati Lamandau tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat meletakkan perhatian besar terhadap stabilitas nilai sawit di tingkat petani. Oleh karena itu, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) diminta mematuhi ketentuan nilai nan bertindak dan dilarang melakukan pembelian di bawah standar operasional.
Sugiyarto menegaskan, perusahaan nan terbukti melanggar ketentuan dan membeli TBS di bawah standar baku dapat dikenakan hukuman tegas dari pemerintah.
“Kalau diturunkan malah bakal disanksi,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, tren pemulihan nilai tersebut terpantau langsung saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamandau. Di wilayah tersebut, nilai TBS bergerak stabil di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.150 per kilogram.
“Kalau sudah di atas Rp3.000 itu sudah normal, tidak ada masalah sebenarnya,” kata Sugiyarto.
Menurutnya, perubahan nilai nan sempat terjadi sebelumnya merupakan akibat dari penyesuaian pasar terhadap kebijakan ekspor baru. Perubahan sistem satu pintu dari pusat sempat membikin para pelaku upaya melakukan penyesuaian di lapangan.
“Mungkin lantaran kemarin itu ada perubahan ekspor, kudu satu pintu itu sehingga mungkin ya kaget lah. Sehingga ada penurunan,” jelasnya.
Kendati demikian, Sugiyarto menilai aktivitas ekspor kelapa sawit saat ini sudah mulai melangkah normal. Dengan jalur pengedaran dan perdagangan nan kembali stabil, dia optimistis nilai TBS di tingkat petani bakal terus terjaga dan berpotensi meningkat.
“Tetapi dari sisi ekspornya kan sekarang udah mulai normal kembali. Dengan kebijakan satu pintu itu harapannya kan justru itu bakal meningkatkan harga,” pungkasnya.
(Syauqi)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·