Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pembeli: Biasanya Rp 20.000 Sekarang Rp 40.000

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Para pedagang di pasar tradisional mulai membatasi penggunaan kantong plastik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi modal tetap upaya seiring kenaikan nilai plastik imbas perang di Timur Tengah.

Kondisi ini tentu sangat berkapak ke para pembeli produk plastik di pasar, nan mana kebanyakan adalah pedagang makanan alias pemilik kantin. Sebab kenaikan nilai ini langsung membikin modal mereka untuk berbisnis meningkat pesat.

Salah satunya ada Bagas, penjual bakmi Jawa nan kerap membeli wadah makanan plastik alias thinwall untuk pembelian nan dibawa pulang. Ia mengatakan kenaikan nilai ini sudah mulai dirasakan sekitar dua minggu lalu, namun saat itu kenaikan nilai belum separah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang parah sih, biasa beli Rp 20.000 - 25.000, sekarang Rp 40.000," kata Bagas saat membeli thinwall di Pasar Gondangdia, Kamis (9/4/2026).

Pada akhirnya dia mengaku di tempatnya berjualan, unik untuk pembelian dibawa pulang dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 2.000 per bungkus. Sementara untuk makan ditempat, nilai tetap sama dan tak mengalami perubahan.

"Ya paling kita tambah Rp 2.000 buat nan dibungkus, jika makan di tempat tetap sama," ujarnya singkat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Naya, pemilik warung nasi di dekat Stasiun Gondangdia, nan datang ke pasar untuk membeli wadah styrofoam nan rupanya juga ikut mengalami kenaikan.

"Ini (styrofoam) naik juga lah. Ini nan isi 100 biasanya Rp 30.000, ini Rp 40.000," ucap Naya.

Selain menggunakan wadah styrofoam, warung makannya juga kerap menggunakan thinwall untuk balut makan alias pesanan dalam jumlah banyak. Sebab dia hanya menggunakan wadah styrofoam untuk pesanan nan bakal dibagi-bagikan di jalan.

"Kalau styrofoam buat besok, buat berbagi doang. Kalau dibungkus biasa tetap pakai thinwall. Aku thinwall biasanya kan beli online. Biasanya dulu Rp 37.000, sekarang jadi Rp 54.000 - 55.000," terangnya.

Kondisi ini tentu membikin Naya menjadi bingung, karena kenaikan nilai modal beli plastik ini tak bisa diiringi dengan kenaikan nilai jual di warungnya. Takut pengguna pindah ke warung lain lantaran kenaikan harga.

"Bingung mau naikin harga. Karena customer itu kan mereka cari komparasi nilai gitu loh. Tapi itu plastik naik Rp 6.000 sekarang. Kantong plastik (kresek) sedang nan putih kayak gini tuh Rp 20.000. Dulu Rp 14.000, naik Rp6.000. Gelas buat minum kayak es teh manis gitu sekarang jadi Rp 22.000, dulu kita beli Rp 18.000," tutur Naya.

"Serba salah kitanya, mau dinaikin dilema, nggak dinaikin dilema. Ya jika gini terus berjenjang lah naiknya, pelan-pelan," ucapnya lagi sembari memikirkan kemungkinan adanya kenaikan nilai jual ke depan.

Di luar itu, dalam pengamatan detikcom di lokasi, ada juga pengguna nan sengaja membeli plastik kresek dengan nilai lebih murah saat mengetahui nilai plastik kresek putih sedang nan biasa dia beli sudah naik cukup tinggi.

(igo/fdl)

Sumber finance