Harga Minyak Dunia Tiba-tiba Anjlok!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Penurunan tensi perang ini memungkinkan Selat Hormuz dibuka dengan kondusif untuk jalur logistik energi.

Sejalan dengan gencatan nan terjadi, nilai minyak langsung ambruk setelah meroket pesat di tengah perang. Dilansir dari CNBC, Kamis (9/4/2026), nilai minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei turun lebih dari 16% menjadi US$ 94,41 per barel. Ini merupakan penurunan nilai terbesar sejak April 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Tak jauh berbeda, nilai minyak mentah berjangka Brent internasional untuk pengiriman Juni juga turun sampai sekitar 13% menjadi US$ 94,75 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan gencatan senjata dua minggu itu berjuntai pada persetujuan Iran untuk pembukaan Selat Hormuz secara penuh. AS juga bakal menerima proposal 10 poin dari Iran nan merupakan dasar nan dapat diterapkan untuk negosiasi.

"Hampir semua poin perselisihan masa lampau telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu bakal memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan Teheran bakal membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.

"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kita nan kuat bakal menghentikan operasi pertahanan mereka," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Gencatan senjata ini terjadi kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu pukul 8 malam waktu AS, Selasa 7 April kemarin. Itu merupakan tenggat waktu nan ditetapkan Trump agar Iran membuka kembali selat tersebut. Trump menakut-nakuti bakal membom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika para pemimpinnya tidak memenuhi tenggat waktu tersebut.

Namun, kesepakatan tentang jalur kondusif tampaknya mulai goyang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz kabarnya kembali dihentikan lantaran Israel terus menyerang Lebanon. Laporan itu didapatkan langsung dari instansi buletin negara Iran, Fars.

Menurut info dari Kpler, lampau lintas kapal belum meningkat di atas jumlah kapal harian nan telah melakukan perjalanan sepanjang perang,

"Kita mungkin hanya bakal memandang 10-15 [kapal] mengingat Iran tetap memeriksa siapa nan boleh lewat: itu bakal menjadi kecepatan nan mirip dengan nan terlihat dalam beberapa hari terakhir," kata Matt Smith, seorang analis minyak di Kpler.

(acd/acd)

Sumber finance