Seorang penduduk Brasil, Maria Luiza Pereira (27), terlihat membawa tabung gas elpiji ke rumahnya di São Paulo, Brazil, kemarin. REUTERS/Alexandre Meneghini

Tabung tersebut merupakan bagian dari program subsidi daya pemerintah berjudul “Gas Rakyat” nan digagas Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Pemerintah Brazil telah mengambil sejumlah langkah untuk meredam akibat kenaikan harga, termasuk memberikan subsidi tambahan untuk impor LPG serta mengevaluasi sistem harga. Namun, efektivitas langkah tersebut tetap menjadi tanda tanya di tengah volatilitas pasar daya global. REUTERS/Alexandre Meneghini

Program ini dirancang untuk membantu jutaan family berpenghasilan rendah mendapatkan akses gas memasak secara gratis. Tercatat, program tersebut menargetkan sekitar 17 juta family alias sekitar 50 juta orang di seluruh Brazil. REUTERS/Alexandre Meneghini

Namun, program unggulan tersebut sekarang menghadapi tekanan akibat lonjakan nilai liquefied petroleum gas (LPG) di pasar global. Kenaikan nilai ini dipicu oleh bentrok nan melibatkan Iran, nan berakibat pada terganggunya pasokan daya dunia. REUTERS/Alexandre Meneghini

Kondisi tersebut membikin biaya pengedaran gas meningkat, sementara skema program tidak memungkinkan penyesuaian nilai di tingkat konsumen. Akibatnya, sejumlah pemasok dan penyalur mengalami kerugian dan mempertimbangkan untuk keluar dari program. REUTERS/Alexandre Meneghini
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·